Demokrat bantah isu penggulingan Anas
Rabu, 13 Juni 2012 - 11:15 WIB
Demokrat bantah isu penggulingan Anas
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) Forum Komunikasi Pendiri dan Deklator (FKPD) Partai Demokrat Sutan Bhatoegana membantah isu penggulingan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Menurutnya, pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan 33 DPD se-Indonesia dan FKPD di Hotel Sahid, Jakarta, nanti malam tidak akan membicarakan pencopotan Ketua Umum Partai Demokrat.
"Kita enggak sampai ke sana (melengserkan Anas), ada sistem tertentu," ujar Sutan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/6/2012).
Ditambahkan dia, rumor yang menyebut Anas terlibat kasus korupsi pembangunan pusat olahraga di bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, tidak akan membuat para pengurus partai mengganti Anas sebagai ketua. "Kalau Mas Anas itu, (statusnya) masih ketum kami yang sah," terangnya.
Diakui Sutan, badai korupsi yang menerpa Partai Demokrat berimbas pada pengurus teras partai, pendiri dan deklarator partai. Sebab, mereka semua bertanggung jawab dengan banyaknya kader Demokrat yang tersandung kasus korupsi. "Kalau ada (kader) Partai Demokrat kena kasus, pasti berdamapak sama kita," tukasnya. (san)
Menurutnya, pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan 33 DPD se-Indonesia dan FKPD di Hotel Sahid, Jakarta, nanti malam tidak akan membicarakan pencopotan Ketua Umum Partai Demokrat.
"Kita enggak sampai ke sana (melengserkan Anas), ada sistem tertentu," ujar Sutan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/6/2012).
Ditambahkan dia, rumor yang menyebut Anas terlibat kasus korupsi pembangunan pusat olahraga di bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, tidak akan membuat para pengurus partai mengganti Anas sebagai ketua. "Kalau Mas Anas itu, (statusnya) masih ketum kami yang sah," terangnya.
Diakui Sutan, badai korupsi yang menerpa Partai Demokrat berimbas pada pengurus teras partai, pendiri dan deklarator partai. Sebab, mereka semua bertanggung jawab dengan banyaknya kader Demokrat yang tersandung kasus korupsi. "Kalau ada (kader) Partai Demokrat kena kasus, pasti berdamapak sama kita," tukasnya. (san)
()