Motif di balik penghadangan Anas & Ibas
Jum'at, 25 Mei 2012 - 10:58 WIB
Motif di balik penghadangan Anas & Ibas
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), nyaris terluka karena dikepung oleh sekelompok orang saat berada di Bandara Babullah, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis 24 Mei 2012.
Kedatangan Anas dan Ibas di tempat itu, atas undangan panitia Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat. Namun, salah seorang kader Partai Demokrat yang ikut dalam rombongan Anas dan Ibas, yakni Jhonny Allen Marbun, dihadiahi bogem mentah oleh rombongan yang melakukan pengepungan.
"Motifnya jelas incumbent (Thaib Armayin) yang seorang gubernur ingin maju, tapi takut kalah sehingga berupaya menggagalkan Musda," ujar Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Ditambahkan dia, kelompok itu berhasil menunda Musda sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Itu massa pendukung salah satu calon. Padahal Musda itu kan pemilik suaranya ketua-ketua DPC, bukan massa. Sehingga kalau mau menang, cukup mendekati pemilik suara, bukan dengan mengerahkan massa," terangnya.
Ketua Komisi III DPR ini menambahkan, DPP Partai Demokrat akan melakukan evaluasi dan diproses sesuai ketentuan partai. "Namanya juga massa yang berbuat, tapi DPP pasti akan melakukan evaluasi karena tidak cocok dengan etika partai, yaitu bersih, cerdas, dan santun," tegasnya.
Pasek berharap, peristiwa pengepungan itu tidak terjadi lagi. Bahkan, dia meminta kepada wartawan agar tidak terlalu membesar-besarkan peristiwa itu. Menurutnya, itu suatu hal yang wajar saat perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat. "Itu dinamika internal lokal soal, perebutan ketua DPD. Nanti saat Musda akan diketahui siapa pemenangnya," tukasnya. (san)
Kedatangan Anas dan Ibas di tempat itu, atas undangan panitia Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat. Namun, salah seorang kader Partai Demokrat yang ikut dalam rombongan Anas dan Ibas, yakni Jhonny Allen Marbun, dihadiahi bogem mentah oleh rombongan yang melakukan pengepungan.
"Motifnya jelas incumbent (Thaib Armayin) yang seorang gubernur ingin maju, tapi takut kalah sehingga berupaya menggagalkan Musda," ujar Ketua DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Ditambahkan dia, kelompok itu berhasil menunda Musda sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Itu massa pendukung salah satu calon. Padahal Musda itu kan pemilik suaranya ketua-ketua DPC, bukan massa. Sehingga kalau mau menang, cukup mendekati pemilik suara, bukan dengan mengerahkan massa," terangnya.
Ketua Komisi III DPR ini menambahkan, DPP Partai Demokrat akan melakukan evaluasi dan diproses sesuai ketentuan partai. "Namanya juga massa yang berbuat, tapi DPP pasti akan melakukan evaluasi karena tidak cocok dengan etika partai, yaitu bersih, cerdas, dan santun," tegasnya.
Pasek berharap, peristiwa pengepungan itu tidak terjadi lagi. Bahkan, dia meminta kepada wartawan agar tidak terlalu membesar-besarkan peristiwa itu. Menurutnya, itu suatu hal yang wajar saat perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat. "Itu dinamika internal lokal soal, perebutan ketua DPD. Nanti saat Musda akan diketahui siapa pemenangnya," tukasnya. (san)
()