Peluang Prabowo masih sangat terbuka
Selasa, 22 Mei 2012 - 08:53 WIB
Peluang Prabowo masih sangat terbuka
A
A
A
Sindonews.com - Peluang Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto cukup terbuka untuk bersanding dengan Ani Yudhoyono sebagai pasangan capres-cawapres dari Partai Demokrat untuk Pilpres 2014.
Ketua Departemen Perekonomian DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengungkapkan, Prabowo selama ini diketahui memiliki hubungan baik dengan SBY. Hal ini sangat dipahami oleh jajaran petinggi DPP Partai Demokrat. Karena itu, peluang Prabowo mendampingi Ani dalam Pilpres 2014 cukup besar.
“Menarik dibicarakan antara Ibu Ani dan Pak Prabowo untuk bisa masuk bursa capres dan cawapres Demokrat. Figurnya bisa saja dijaring dari internal dan eksternal. Boleh jadi Pak Prabowo salah satunya,” sebut Sutan.
Dia menjelaskan, pada Pemilu 2014 tidak ada parpol yang sangat kuat. Dengan begitu, tokoh yang diusung sebagai capres harus sangat kuat untuk bisa menutupi kelemahan elektabilitas parpol.
Ketokohan Prabowo, kata Sutan, sudah memenuhi standar Demokrat. Karena itu, bisa saja Demokrat berkoalisi dengan Gerindra. Terlebih SBY sebagai salah satu pendiri Demokrat sangat menghormati sosok Prabowo, apalagi keduanya sama-sama alumni Akademi Militer.
Ini terbukti dari pertemuan SBY-Prabowo di sela reuni Akmil di Istana Tampaksiring, Bali, beberapa waktu lalu. Mengenai derasnya usulan pencapresan Ani Yudhoyono, Sutan memandang bahwa aspirasi dari jajaran kader patut dan sangat wajar. Namun, semua bergantung keputusan Majelis Tinggi Demokrat.
“Kalau hasil rangkaian survei elektabilitas, Ibu Ani terus naik, bahkan mencapai nomor satu, pasti dicalonkan,” tandasnya.
Menurut dia, Partai Demokrat akan menunjuk lembaga survei independen untuk menjaring tokoh-tokoh yang layak menjadi capres melalui rangkaian survei elektabilitas. Survei dilakukan enam bulan berturut- turut.
“Mungkin sampai enam figur ya,tiga dari internal dan tiga dari eksternal,” katanya. Sementara itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menilai pertemuan SBY dan Prabowo di Istana Tampaksiring, Bali, sebagai silaturahmi biasa.
Kendati demikian, Hayono mengakui bahwa komunikasi politik antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra selama ini cukup harmonis. Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, bila memang tertarik untuk diusung menjadi capres atau cawapres Demokrat, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto harus menunjukkan usahanya dari sekarang.
“Tunjukkan bahwa (Prabowo) memang layak. Mumpung saat ini Demokrat sedang menimbang-nimbang nama,” ujar Ruhut.
Dia mengakui bahwa ada beberapa tokoh yang termasuk keluarga besar Demokrat meski tidak masuk secara resmi dalam struktur. Mereka antara lain Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
“Dan mereka patut pula dipertimbangkan,” katanya. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana menilai, Demokrat memang membutuhkan figur yang kuat untuk menjaga perolehan suara pada 2014.
“Mau tidak mau harus mencari tokoh yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi. Sebagai parpol besar, mereka harus benar-benar selektif memilih calon. Harus lebih populer dari Megawati dan calon dari Golkar.Saya kira Prabowo punya itu,” ungkapnya.
Dia berharap para elite Gerindra pun realistis bila Prabowo menjadi capres atau cawapres Demokrat karena pemilih mereka bukan tipe pemilih loyal.(lin)
Ketua Departemen Perekonomian DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengungkapkan, Prabowo selama ini diketahui memiliki hubungan baik dengan SBY. Hal ini sangat dipahami oleh jajaran petinggi DPP Partai Demokrat. Karena itu, peluang Prabowo mendampingi Ani dalam Pilpres 2014 cukup besar.
“Menarik dibicarakan antara Ibu Ani dan Pak Prabowo untuk bisa masuk bursa capres dan cawapres Demokrat. Figurnya bisa saja dijaring dari internal dan eksternal. Boleh jadi Pak Prabowo salah satunya,” sebut Sutan.
Dia menjelaskan, pada Pemilu 2014 tidak ada parpol yang sangat kuat. Dengan begitu, tokoh yang diusung sebagai capres harus sangat kuat untuk bisa menutupi kelemahan elektabilitas parpol.
Ketokohan Prabowo, kata Sutan, sudah memenuhi standar Demokrat. Karena itu, bisa saja Demokrat berkoalisi dengan Gerindra. Terlebih SBY sebagai salah satu pendiri Demokrat sangat menghormati sosok Prabowo, apalagi keduanya sama-sama alumni Akademi Militer.
Ini terbukti dari pertemuan SBY-Prabowo di sela reuni Akmil di Istana Tampaksiring, Bali, beberapa waktu lalu. Mengenai derasnya usulan pencapresan Ani Yudhoyono, Sutan memandang bahwa aspirasi dari jajaran kader patut dan sangat wajar. Namun, semua bergantung keputusan Majelis Tinggi Demokrat.
“Kalau hasil rangkaian survei elektabilitas, Ibu Ani terus naik, bahkan mencapai nomor satu, pasti dicalonkan,” tandasnya.
Menurut dia, Partai Demokrat akan menunjuk lembaga survei independen untuk menjaring tokoh-tokoh yang layak menjadi capres melalui rangkaian survei elektabilitas. Survei dilakukan enam bulan berturut- turut.
“Mungkin sampai enam figur ya,tiga dari internal dan tiga dari eksternal,” katanya. Sementara itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menilai pertemuan SBY dan Prabowo di Istana Tampaksiring, Bali, sebagai silaturahmi biasa.
Kendati demikian, Hayono mengakui bahwa komunikasi politik antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra selama ini cukup harmonis. Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, bila memang tertarik untuk diusung menjadi capres atau cawapres Demokrat, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto harus menunjukkan usahanya dari sekarang.
“Tunjukkan bahwa (Prabowo) memang layak. Mumpung saat ini Demokrat sedang menimbang-nimbang nama,” ujar Ruhut.
Dia mengakui bahwa ada beberapa tokoh yang termasuk keluarga besar Demokrat meski tidak masuk secara resmi dalam struktur. Mereka antara lain Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
“Dan mereka patut pula dipertimbangkan,” katanya. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana menilai, Demokrat memang membutuhkan figur yang kuat untuk menjaga perolehan suara pada 2014.
“Mau tidak mau harus mencari tokoh yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi. Sebagai parpol besar, mereka harus benar-benar selektif memilih calon. Harus lebih populer dari Megawati dan calon dari Golkar.Saya kira Prabowo punya itu,” ungkapnya.
Dia berharap para elite Gerindra pun realistis bila Prabowo menjadi capres atau cawapres Demokrat karena pemilih mereka bukan tipe pemilih loyal.(lin)
()