Prabowo masuk bursa capres Demokrat
Rabu, 09 Mei 2012 - 08:58 WIB
Prabowo masuk bursa capres Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Bursa calon presiden (capres) Partai Demokrat pascaera Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus berkembang. Nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto kembali mengemuka.
Nama Prabowo muncul kembali setelah wacana pengusungan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) sebagai bakal capres Demokrat mencuatkan kontroversi sepanjang pekan lalu. Peluangnya menjadi capres Demokrat dinilai cukup besar mengingat hubungan Prabowo dan SBY cukup dekat. Hubungan teman seangkatan di Akademi Militer (Akmil) yakni Angkatan 1970 ini kian intens setelah Prabowo menyatakan siap menjadi capres.
Prabowo dan SBY dikabarkan telah beberapa kali bertemu beberapa bulan terakhir. Meski begitu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, pihaknya tidak mau terbawa arus spekulasi atau wacana terkait pengusungan capres partai lain.
Dia menegaskan, kalaupun ada parpol lain yang mendukung Prabowo sebagai capres, Gerindra tetap sebagai parpol pengusung utama. "Pak Prabowo itu akan diusung oleh Gerindra. Bukan Demokrat, bukan pula PDIP," katanya di Jakarta, Senin 9 Mei 2012.
Diberitakan sebelumnya, nama Prabowo juga masuk radar PDIP sebagai capres alternatif selain Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri atau Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Elektabilitas Prabowo pun rata-rata selalu masuk tiga besar di sejumlah hasil survei.
Fadli Zon melanjutkan, hingga kini Partai Demokrat dan Gerindra pun belum pernah bertemu secara resmi untuk membahas pencapresan Prabowo. "Pemilu legislatif saja masih jauh. Kami konsentrasi untuk pemilu legislatif dulu," tandasnya.
Ketua DPP Partai Gerindra Martin Hutabarat mengaku baru mendengar wacana Prabowo berpotensi menjadi capres Demokrat. Apakah Demokrat, PDIP, dan Gerindra bisa berkoalisi pada 2014? "Wah, soal itu saya belum bisa berkomentar. Kita lihat saja nanti," kilah anggota Komisi III DPR ini.
Selain Prabowo dan JK, bursa capres Partai Demokrat juga diramaikan beberapa nama lainnya seperti Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PANM) Hatta Rajasa.
Di antara berbagai nama tokoh nasional ini,hanya JK yang berusia di atas 70 tahun pada 2014. Prabowo akan berusia 63 tahun pada 2014. Juru Bicara DPP Partai Demokrat Andi Nurpati mengakui pihaknya sangat memperhatikan gerak-gerik politik dan tanda dari berbagai figur yang saat ini sedang hangat dibicarakan sebagai bakal capres, termasuk Prabowo Subianto.
Demokrat bahkan memperhatikan gerakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Megawati serta beberapa figur kuat dari kalangan nonparpol yang tampak berniat dan layak menjadi capres. "Nah, apakah nanti kami akan berkoalisi atau maju sendiri, mengajukan capres atau calon wakil presiden, tentu akan dipertimbangkan lebih dulu secara matang," paparnya.
Andi menyatakan, proses penjaringan capres Demokrat setelah SBY tak mungkin lagi mencalonkan diri akan berjalan secara terbuka yang akhirnya diputuskan oleh Majelis Tinggi.
Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi mengungkapkan, sebagai partai terbuka, Demokrat membuka diri kepada siapa pun untuk menjadi bakal capres asal diterima para kader dan disetujui Majelis Tinggi. Tidak masalah bila capres atau cawapres yang diusung berasal dari eksternal. (san)
Nama Prabowo muncul kembali setelah wacana pengusungan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) sebagai bakal capres Demokrat mencuatkan kontroversi sepanjang pekan lalu. Peluangnya menjadi capres Demokrat dinilai cukup besar mengingat hubungan Prabowo dan SBY cukup dekat. Hubungan teman seangkatan di Akademi Militer (Akmil) yakni Angkatan 1970 ini kian intens setelah Prabowo menyatakan siap menjadi capres.
Prabowo dan SBY dikabarkan telah beberapa kali bertemu beberapa bulan terakhir. Meski begitu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, pihaknya tidak mau terbawa arus spekulasi atau wacana terkait pengusungan capres partai lain.
Dia menegaskan, kalaupun ada parpol lain yang mendukung Prabowo sebagai capres, Gerindra tetap sebagai parpol pengusung utama. "Pak Prabowo itu akan diusung oleh Gerindra. Bukan Demokrat, bukan pula PDIP," katanya di Jakarta, Senin 9 Mei 2012.
Diberitakan sebelumnya, nama Prabowo juga masuk radar PDIP sebagai capres alternatif selain Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri atau Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Elektabilitas Prabowo pun rata-rata selalu masuk tiga besar di sejumlah hasil survei.
Fadli Zon melanjutkan, hingga kini Partai Demokrat dan Gerindra pun belum pernah bertemu secara resmi untuk membahas pencapresan Prabowo. "Pemilu legislatif saja masih jauh. Kami konsentrasi untuk pemilu legislatif dulu," tandasnya.
Ketua DPP Partai Gerindra Martin Hutabarat mengaku baru mendengar wacana Prabowo berpotensi menjadi capres Demokrat. Apakah Demokrat, PDIP, dan Gerindra bisa berkoalisi pada 2014? "Wah, soal itu saya belum bisa berkomentar. Kita lihat saja nanti," kilah anggota Komisi III DPR ini.
Selain Prabowo dan JK, bursa capres Partai Demokrat juga diramaikan beberapa nama lainnya seperti Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PANM) Hatta Rajasa.
Di antara berbagai nama tokoh nasional ini,hanya JK yang berusia di atas 70 tahun pada 2014. Prabowo akan berusia 63 tahun pada 2014. Juru Bicara DPP Partai Demokrat Andi Nurpati mengakui pihaknya sangat memperhatikan gerak-gerik politik dan tanda dari berbagai figur yang saat ini sedang hangat dibicarakan sebagai bakal capres, termasuk Prabowo Subianto.
Demokrat bahkan memperhatikan gerakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Megawati serta beberapa figur kuat dari kalangan nonparpol yang tampak berniat dan layak menjadi capres. "Nah, apakah nanti kami akan berkoalisi atau maju sendiri, mengajukan capres atau calon wakil presiden, tentu akan dipertimbangkan lebih dulu secara matang," paparnya.
Andi menyatakan, proses penjaringan capres Demokrat setelah SBY tak mungkin lagi mencalonkan diri akan berjalan secara terbuka yang akhirnya diputuskan oleh Majelis Tinggi.
Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi mengungkapkan, sebagai partai terbuka, Demokrat membuka diri kepada siapa pun untuk menjadi bakal capres asal diterima para kader dan disetujui Majelis Tinggi. Tidak masalah bila capres atau cawapres yang diusung berasal dari eksternal. (san)
()