Besok, 100.000 buruh bakal kepung Jakarta
Senin, 30 April 2012 - 10:52 WIB
Besok, 100.000 buruh bakal kepung Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Peringatan hari buruh sedunia atau yang akrab disapa May Day di Jakarta bakal disambut aksi demonstrasi besar-besaran. Diperkirakan, sekira 100 ribu buruh akan turun ke jalan dalam aksi tersebut.
"Di Jakarta sendiri, saya dengar informasi dari kawan-kawan buruh akan ada sekira 100 ribu massa (tidak hanya buruh tetapi mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya)," tutur Anggota DPR Komisi IX Rieke Diah Pitaloka melalui siaran Persnya, Senin (30/4/2012).
Rieka menjelaskan, aksi buruh akan dimulai dengan titik massa berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI), sekira pukul 10.00 WIB. Dari bunderan HI, massa demonstran akan melakukan longmarch menuju Istana Negara.
"Dalam aksi ini, para buruh akan mengajukan beberapa tuntutan. Seperti tolak kenaikan harga BBM, turunkan harga kebutuhan pokok, jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, upah layak bagi seluruh buruh dan pekerja Indonesia dan tolak sistem kerja outsourcing," terangnya.
Ditambahkan Rieke, tuntutan yang diajukan para buruh merupakan desakan politik dari kaum yang teraniaya kepada pihak penguasa. Sebenarnya, dari tuntutan itu tidak ada yang baru dan selalu sama setiap tahunnya. (san)
"Di Jakarta sendiri, saya dengar informasi dari kawan-kawan buruh akan ada sekira 100 ribu massa (tidak hanya buruh tetapi mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya)," tutur Anggota DPR Komisi IX Rieke Diah Pitaloka melalui siaran Persnya, Senin (30/4/2012).
Rieka menjelaskan, aksi buruh akan dimulai dengan titik massa berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI), sekira pukul 10.00 WIB. Dari bunderan HI, massa demonstran akan melakukan longmarch menuju Istana Negara.
"Dalam aksi ini, para buruh akan mengajukan beberapa tuntutan. Seperti tolak kenaikan harga BBM, turunkan harga kebutuhan pokok, jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, upah layak bagi seluruh buruh dan pekerja Indonesia dan tolak sistem kerja outsourcing," terangnya.
Ditambahkan Rieke, tuntutan yang diajukan para buruh merupakan desakan politik dari kaum yang teraniaya kepada pihak penguasa. Sebenarnya, dari tuntutan itu tidak ada yang baru dan selalu sama setiap tahunnya. (san)
()