Pimpinan KPK bantah ada perpecahan

Jum'at, 16 Maret 2012 - 09:34 WIB
Pimpinan KPK bantah...
Pimpinan KPK bantah ada perpecahan
A A A
Sindonews.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai-ramai membantah anggapan miring terkait ada perpecahan di internal mereka. Perbedaan pendapat menurut mereka sebuah dinamika yang wajar.

Ketua KPK Abraham Samad menegaskan, hingga saat ini pimpinan KPK tetap menjaga kekompakannya agar dapat menyelesaikan kasus korupsi bersama-sama. "Kami tetap kompak dan solid," kata Abraham Samad saat menggelar jumpa pers di Kantor KPK Jakarta kemarin.

Pengembalian sebagian penyidik ke institusi Mabes Polri, menurut Abraham, merupakan hal yang sangat wajar. Ada beberapa alasan antara lain karena kontrak yang habis, ada promosi di institusi asalnya, atau KPK menghindari conflict of interest. "Semuanya itu selalu melalui keputusan lima pimpinan KPK dengan sistem kolektif kolegial," katanya.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto juga membantah ada perpecahan di internal KPK. Perbedaan pendapat di antara pimpinan KPK merupakan hal yang wajar. Dia juga membantah ada "aksi protes" yang dilakukan para penyidik KPK terhadap pimpinan KPK.

"Gini aja, apakah wajah kami penuh dengan konflik. Anda bisa lihat sendiri wajah kami. Kita solid dan kompak. Dalam ekspos, perbedaan pendapat itu dinamika, bukan perpecahan. Kami di sini semua seperti keluarga, jadi wajar jika kami melakukan diskusi antara pimpinan KPK dan penyidik KP," kata Bambang.

Namun, dia membenarkan ada pertemuan yang dilakukan penyidik KPK bersama pimpinan pada beberapa hari lalu.

"Perlu saya luruskan, berita di media itu berlebihan, tendensius, dan manipulatif. Ketemunya pun di ruang rapat, bukan di ruang pimpinan. Tidak ada protes-memprotes dari penyidik. Jumlah penyidik yang datang itu bukan 15 orang, hampir sebagian penyidik," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Pradja juga menegaskan lima pimpinan KPK tetap kompak. Hanya, untuk bisa menyatukan pikiran kelima pimpinan itu membutuh waktu. "Kita ini solid. Satu perahu, kita kompak. Hanya butuh waktu. Kita ini kan belum pernah ketemu sebelumnya. Tidak pernah satu kantor jadi butuh waktu saja," kata Adnan.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan penyidik KPK mendatangi ruangan Ketua KPK Abraham Samad, Senin (12/3). Mereka diduga memprotes kebijakan pimpinan KPK yang secara sewenang-wenang terhadap proses penyidikan.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas membenarkan kedatangan penyidik ke ruangan Abraham tersebut. Hanya, dia membantah kedatangan penyidik tersebut sebagai bentuk konflik internal, tapi hanya untuk menyampaikan aspirasi.

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini menambahkan, para penyidik itu meminta agar ada transparansi bila terjadi penarikan personel dari kepolisian atau kejaksaan.

Juru Bicara KPK Johan Budi juga menegaskan aspirasi penyidik KPK terkait pengembalian sejumlah penyidik ke Mabes Polri sudah selesai. Mereka pun sudah ditemui pimpinan KPK. "Sudah selesai. Memang mereka minta penjelasan dan sudah ditemui oleh pimpinan KPK dan sudah dijelaskan," kata Johan.

Berdasarkan sumber yang diterima, protes penyidik kepada Abraham Samad karena sikap Abraham yang dinilai arogan dan memaksakan proses penyidikan. Para penyidik menilai Abraham selaku ketua KPK sudah sewenang-wenang terhadap proses penyidikan. (san)
()
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved