Demokrat terpuruk, Golkar dan PKS untung besar
Minggu, 19 Februari 2012 - 16:30 WIB
Demokrat terpuruk, Golkar dan PKS untung besar
A
A
A
Sindonews.com - Masalah yang menjerat Partai Demokrat seperti kasus wisma atlet dan surat palsu Mahkamah Konstitusi memang menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebaliknya masalah itu justru menguntungkan Partai Golkar dan PKS.
Pengamat Politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, sebenarnya kalau dilihat partai-partai yang ada di setgab (Sekretariat Gabungan), praktis hanya PAN dan PKB yang paling loyal terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai anggota setgab yang lain, katanya, memainkan politik dua kaki, terutama Golkar dan PKS.
"Dan secara umum mereka sebenarnya diam-diam maupun secara terbuka ingin mengail keuntungan dari balada atau badai yang menerpa Partai Demokrat," ujarnya seusai acara rilis perubahan politik 2014 Trend Sentimen pemilih pada partai politik di Kantor LSI, Jalan Terusan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2012).
Menurutnya, cuma antara apa yang diharapkan oleh elit partai dengan persepsi publik di tingkat partai itu tidak nyambung. Jadi, ketika partai-partai dengan segala variasi posisi maupun koalisinya berkeinginan untuk mengambil keuntungan dari penurunan elektabilitas Partai Demokrat.
"Publik tidak serta merta menganggap partai-partai lain selain parpol Demokrat bersih juga dari noda-noda korupsi. Itu dua hal yang berbeda, tetapi publik menganggap mereka lebih baik," ungkapnya.
Dia menambahkan, Partai Demokrat mengalami degradasi elektoral luar biasa, tapi di sisi lain partai-partai lain belum tentu dianggap punya kredibilitas yang jauh lebih baik. Terutama dalam peran melawan korupsi.
"Terbukti banyak kader Partai Demokrat yang tersandung masalah korupsi, padahal jika kita telaah jargon anti korupsi modal besar partai ini," pungkasnya. (wbs)
Pengamat Politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, sebenarnya kalau dilihat partai-partai yang ada di setgab (Sekretariat Gabungan), praktis hanya PAN dan PKB yang paling loyal terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai anggota setgab yang lain, katanya, memainkan politik dua kaki, terutama Golkar dan PKS.
"Dan secara umum mereka sebenarnya diam-diam maupun secara terbuka ingin mengail keuntungan dari balada atau badai yang menerpa Partai Demokrat," ujarnya seusai acara rilis perubahan politik 2014 Trend Sentimen pemilih pada partai politik di Kantor LSI, Jalan Terusan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2012).
Menurutnya, cuma antara apa yang diharapkan oleh elit partai dengan persepsi publik di tingkat partai itu tidak nyambung. Jadi, ketika partai-partai dengan segala variasi posisi maupun koalisinya berkeinginan untuk mengambil keuntungan dari penurunan elektabilitas Partai Demokrat.
"Publik tidak serta merta menganggap partai-partai lain selain parpol Demokrat bersih juga dari noda-noda korupsi. Itu dua hal yang berbeda, tetapi publik menganggap mereka lebih baik," ungkapnya.
Dia menambahkan, Partai Demokrat mengalami degradasi elektoral luar biasa, tapi di sisi lain partai-partai lain belum tentu dianggap punya kredibilitas yang jauh lebih baik. Terutama dalam peran melawan korupsi.
"Terbukti banyak kader Partai Demokrat yang tersandung masalah korupsi, padahal jika kita telaah jargon anti korupsi modal besar partai ini," pungkasnya. (wbs)
()