Belum cukup bukti, status Century mandek

Selasa, 14 Februari 2012 - 17:52 WIB
Belum cukup bukti, status...
Belum cukup bukti, status Century mandek
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah bertindak lamban dalam menaikkan status kasus Century yang hingga saat ini masih penyelidikan.

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi dan pendalaman mengenai data-data yang berkaitan dengan kasus century. Oleh karena itu, KPK belum juga menaikkan status kasus tersebut ke penyidikan.

"KPK masih mendalami data-data yang berkaitan dengan kasus Century. Dari data itu, kami masih belum bisa dinaikkan ke tahap penyidikan," jelas Johan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

Johan menjelaskan, KPK tidak lantas menaikkan status tersebut berdasarkan data, baik dari temuan yang telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun data yang telah dipunyai oleh KPK sebelumnya.

"Menentukan sebuah kasus naik ke penyidikan memerlukan alat bukti yang cukup, tentu dalam pengertian secara legal formal bukan sekadar asumsi," tuturnya.

Ditambahkan dia, intinya, sampai gelar perkara yang telah dilakukan Senin 13 Februari 2012, belum ada peningkatan status dalam kasus Century. (san)
()
Berita Terkini
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved