Polri harus tegas tapi jangan abaikan HAM
Selasa, 07 Februari 2012 - 10:04 WIB
Polri harus tegas tapi jangan abaikan HAM
A
A
A
Sindonews.com - Kerusuhan yang marak terjadi menjadi tantangan bagi institusi Polri untuk bertindak tegas untuk menyelesaikannya. Namun dalam menjalankan tugasnya tersebut, aparat kepolisian juga harus bertindak sesuai aturan kepolisian dengan menjunjung nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM).
Sebagaimana yang terjadi pada akhir Desember 2011, saat aksi blokade di Pelabuhan Sape oleh masyarakat Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) justru menimbulkan bentrok antara warga dengan aparat kepolisian. Namun pihak kepolisian mengklaim sudah bertindak sesuai dengan prosedur tetap (protap) yang berlaku.
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan, penegak hukum harus lebih tegas untuk mengantisipasi kejadian serupa, tentu nilai-nilai HAM tidak boleh dilupakan.
"Aturan telah memberikan ruang agar polisi bertindak tegas meenghadapi pengunjuk rasa yg anarkis. Meskipun memang penghormatan dan penghargaan terehadap HAM tidak boleh diabaikan," tutur Nasir di Gedung DPR Senayan, Selasa (7/2/2012).
"Saya pikir penegak hukum memang harus berani bertindak tegas," imbuhnya.
Komisi III sendiri akan mengundang polri secara husus untuk mendiskusikan terkait kerusuhan yang marak terjadi guna mencari solusi yang tepat, agar hal serupa tidak terjadi lagi.
"Melihat massifnya kerusuhan massa yang seperti ini, maka Komisi III akan mengundang Polri secara khusus untuk mencari solusi," ucap Nasir.
Masih kata Nasir, agenda tersebut selain ingin mencari solusi, pihaknya ingin mendengarkan secara langsung strategi yang dianggap ampuh untuk menangani kasus-kasu serupa.
"Ingin mendengarkan strategi polri ke depan," tandasnya.(wbs)
Sebagaimana yang terjadi pada akhir Desember 2011, saat aksi blokade di Pelabuhan Sape oleh masyarakat Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) justru menimbulkan bentrok antara warga dengan aparat kepolisian. Namun pihak kepolisian mengklaim sudah bertindak sesuai dengan prosedur tetap (protap) yang berlaku.
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan, penegak hukum harus lebih tegas untuk mengantisipasi kejadian serupa, tentu nilai-nilai HAM tidak boleh dilupakan.
"Aturan telah memberikan ruang agar polisi bertindak tegas meenghadapi pengunjuk rasa yg anarkis. Meskipun memang penghormatan dan penghargaan terehadap HAM tidak boleh diabaikan," tutur Nasir di Gedung DPR Senayan, Selasa (7/2/2012).
"Saya pikir penegak hukum memang harus berani bertindak tegas," imbuhnya.
Komisi III sendiri akan mengundang polri secara husus untuk mendiskusikan terkait kerusuhan yang marak terjadi guna mencari solusi yang tepat, agar hal serupa tidak terjadi lagi.
"Melihat massifnya kerusuhan massa yang seperti ini, maka Komisi III akan mengundang Polri secara khusus untuk mencari solusi," ucap Nasir.
Masih kata Nasir, agenda tersebut selain ingin mencari solusi, pihaknya ingin mendengarkan secara langsung strategi yang dianggap ampuh untuk menangani kasus-kasu serupa.
"Ingin mendengarkan strategi polri ke depan," tandasnya.(wbs)
()