Ruhut: Anas bisa bikin Demokrat 'tutup buku'
Senin, 06 Februari 2012 - 14:23 WIB
Ruhut: Anas bisa bikin Demokrat 'tutup buku'
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum diminta untuk menghadapi setiap tudingan yang ditujukan kepada dirinya. Hal ini harus dilakukan Anas agar rating partai tidak semakin turun.
"Pernyataan Pak SBY serupa dengan yang saya katakan, jangan tiarap. Harus ngomong, hadapi. Karena kalau tidak nyatanya rating turun kan, sekarang jadi 13 persen," ungkap Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo) PD, Ruhut Sitompul di gedung DPR RI Jakarta, Senin (6/2/2012).
Ruhut mengatakan kejadian ini sudah hampir delapan bulan dan cukup menyita perhatian publik. Hal inilah yang menurut Ruhut membuat rating PD semakin turun.
"Itu yang saya katakan, saya tidak pernah takut sanksi hukum. Yang saya takut sanksi sosial. Ini sanksi sosial yang kami hadapi. Sanksi sosial ini bukan 2-3 tahun. Maaf saja, ini bisa buat kita tutup buku," keluh Ruhut.
Ruhut menyarankan kepada Anas, hukum masih menghormati praduga tak bersalah. Namun, kalau berbicara etika politik harus dikedepankan.
"Bapak (SBY) sangat menghormati praduga tak bersalah. Saya juga sama kalau bicara soal hukum. Tapi kita berbicara etika dalam politik," tandas ruhut.(azh)
"Pernyataan Pak SBY serupa dengan yang saya katakan, jangan tiarap. Harus ngomong, hadapi. Karena kalau tidak nyatanya rating turun kan, sekarang jadi 13 persen," ungkap Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo) PD, Ruhut Sitompul di gedung DPR RI Jakarta, Senin (6/2/2012).
Ruhut mengatakan kejadian ini sudah hampir delapan bulan dan cukup menyita perhatian publik. Hal inilah yang menurut Ruhut membuat rating PD semakin turun.
"Itu yang saya katakan, saya tidak pernah takut sanksi hukum. Yang saya takut sanksi sosial. Ini sanksi sosial yang kami hadapi. Sanksi sosial ini bukan 2-3 tahun. Maaf saja, ini bisa buat kita tutup buku," keluh Ruhut.
Ruhut menyarankan kepada Anas, hukum masih menghormati praduga tak bersalah. Namun, kalau berbicara etika politik harus dikedepankan.
"Bapak (SBY) sangat menghormati praduga tak bersalah. Saya juga sama kalau bicara soal hukum. Tapi kita berbicara etika dalam politik," tandas ruhut.(azh)
()