Mirwan: Kenal saja tidak, sebut saya Ketua Besar
Kamis, 19 Januari 2012 - 16:41 WIB
Mirwan: Kenal saja tidak, sebut saya Ketua Besar
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Mirwan Amir mengaku heran dirinya dikaitkan dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games.
Disebut sebagai ketua besar dalam persidangan yang menyeret mantan bendahara parta Demokrat Muhamamad Nazaruddin dan tersangka Mindo Rosalina Manullang, membuat Mirwan merasa aneh. Sebab, dalam kasus itu dirinya tidak tahu menahu.
"Aneh saja, hari ini saya disebut sebagai ketua besar, besoknya lagi bos besar, mungkin lusa saya dibilang badan besar," tutur Mirwan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (19/1/2012). Istilah 'bos besar' maupun 'ketua besar' kata Mirwan justru dia ketahui dari percakapan Nazar dengan Rosa melalui blackberry messenger (BBM).
Jika Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) ingin memeriksa dirinya dari bukti percakapan Muhammad Nazaruddin dengan Rosa, Mirwan mempersilakan saja. "Kalau berdasar bukti percakapan itu kemudian saya diperiksa, ya silakan saja, kalau itu memang harus dipakai silakan," tambahanya.
Mirwan juga membantah soal dana yang mengalir ke dirinya maupun Angelina Sondakh. Soal pembangunan Wisma Atlet SEA Games, kata dia, adalah usulan Komisi X yang kemudian dibahas di Banggar. setelah disetujui di tingkat Banggar, baru dikembalikan lagi ke komisi.
"Jadi komisilah yang detail membahas anggaran itu. Jadi Banggar sama sekali tidak membahas anggaran itu lagi, " katanya.
Yang membuat Nirwan tambah heran lagi, Rosa juga ikut menyebut dirinya sebagai 'ketua besar'. Padahal, dirinya tidak tahu dan tidak kenal siapa Rosa. "Saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Rosa, saya baru tahu orangnya setelah melihat televisi," pungkasnya. (lin)
Disebut sebagai ketua besar dalam persidangan yang menyeret mantan bendahara parta Demokrat Muhamamad Nazaruddin dan tersangka Mindo Rosalina Manullang, membuat Mirwan merasa aneh. Sebab, dalam kasus itu dirinya tidak tahu menahu.
"Aneh saja, hari ini saya disebut sebagai ketua besar, besoknya lagi bos besar, mungkin lusa saya dibilang badan besar," tutur Mirwan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (19/1/2012). Istilah 'bos besar' maupun 'ketua besar' kata Mirwan justru dia ketahui dari percakapan Nazar dengan Rosa melalui blackberry messenger (BBM).
Jika Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) ingin memeriksa dirinya dari bukti percakapan Muhammad Nazaruddin dengan Rosa, Mirwan mempersilakan saja. "Kalau berdasar bukti percakapan itu kemudian saya diperiksa, ya silakan saja, kalau itu memang harus dipakai silakan," tambahanya.
Mirwan juga membantah soal dana yang mengalir ke dirinya maupun Angelina Sondakh. Soal pembangunan Wisma Atlet SEA Games, kata dia, adalah usulan Komisi X yang kemudian dibahas di Banggar. setelah disetujui di tingkat Banggar, baru dikembalikan lagi ke komisi.
"Jadi komisilah yang detail membahas anggaran itu. Jadi Banggar sama sekali tidak membahas anggaran itu lagi, " katanya.
Yang membuat Nirwan tambah heran lagi, Rosa juga ikut menyebut dirinya sebagai 'ketua besar'. Padahal, dirinya tidak tahu dan tidak kenal siapa Rosa. "Saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Rosa, saya baru tahu orangnya setelah melihat televisi," pungkasnya. (lin)
()