Tes tertulis calon anggota KPU & Bawaslu masih standard
Selasa, 17 Januari 2012 - 19:38 WIB
Tes tertulis calon anggota KPU & Bawaslu masih standard
A
A
A
Sindonews.com - Hari ini calon anggota KPU dan Bawaslu melaksanakan tahapan seleksi berupa tes tertulis. Salah seorang calon anggota KPU yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, soal-soal yang diberikan masih standard.
Sedikitnya ada 40 soal multiple choice dengan waktu 30 menit, empat soal esai, dan dua soal berbeda untuk masing-masing (anggota KPU dan Bawaslu) selama tiga jam. Kemudian ada jeda waktu istirahat selama 15 menit. Masing-masing calon KPU dan Bawaslu mendapat soal yang berbeda.
"soal multiple choice mayoritas keilmiahan, layaknya mahasiswa ilmu politik yang belajar mata kuliah kepemiluan. Pertanyaan perbedaan sistem proporsional dan single majority, perbedaan sistem multiple district dan single member distrik," ujar pria itu di lantai 3 Hotel Milennium Tanah Abang, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Ditanya bagaimana dengan soal esainya, pria ini mengaku hanya dimintai pendapatnya tentang e-voting yang sudah digunakan di negara lain, juga soal pemilu yang demokratis itu predictable prosedur but unpredictable result.
"Soal itu sangat tidak cocok untuk calon anggota KPU dan Bawaslu, karena tidak mengeksplore kemampuan calon secara keseluruhan. Kalau cuma begini, mahasiswa semester satu juga bisa," terangnya kesal.
Agenda seleksi lanjutan akan dilanjutkan besok. Sebagian calon ada yang menjalani tes kesehatan di RSPAD, sebagian tes psikologi di hotel millenium. (san)
Sedikitnya ada 40 soal multiple choice dengan waktu 30 menit, empat soal esai, dan dua soal berbeda untuk masing-masing (anggota KPU dan Bawaslu) selama tiga jam. Kemudian ada jeda waktu istirahat selama 15 menit. Masing-masing calon KPU dan Bawaslu mendapat soal yang berbeda.
"soal multiple choice mayoritas keilmiahan, layaknya mahasiswa ilmu politik yang belajar mata kuliah kepemiluan. Pertanyaan perbedaan sistem proporsional dan single majority, perbedaan sistem multiple district dan single member distrik," ujar pria itu di lantai 3 Hotel Milennium Tanah Abang, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Ditanya bagaimana dengan soal esainya, pria ini mengaku hanya dimintai pendapatnya tentang e-voting yang sudah digunakan di negara lain, juga soal pemilu yang demokratis itu predictable prosedur but unpredictable result.
"Soal itu sangat tidak cocok untuk calon anggota KPU dan Bawaslu, karena tidak mengeksplore kemampuan calon secara keseluruhan. Kalau cuma begini, mahasiswa semester satu juga bisa," terangnya kesal.
Agenda seleksi lanjutan akan dilanjutkan besok. Sebagian calon ada yang menjalani tes kesehatan di RSPAD, sebagian tes psikologi di hotel millenium. (san)
()