Aceh Utara mencekam, Polri nilai Kapolres gagal
Selasa, 10 Januari 2012 - 15:48 WIB
Aceh Utara mencekam, Polri nilai Kapolres gagal
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya kasus penembakan di Aceh, membuktikan polisi lemah dalam melindungi warga Aceh. Polres Aceh Utara dinilai belum berhasil menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Dari situasi ini, Mabes Polri akan melakukan evaluasi terhadap Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE. Hal ini diakui oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution.
"Mabes Polri memberikan penilaian Farid telah gagal dalam melaksanakan tugasnya. Dari beberapa kejadian penembakan di Aceh, telihat dia belum pas dalam memetakan wilayahnya," ujar Saud di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (10/1/2012).
Kelemahan Farid dalam memetakan wilayahnya, harus dikoreksi. Apabila tidak, Saud mengatakan, hal itu berpeluang terulang kembali.
Saud menilai, kinerja Kapolres Aceh Utara dalam menjaga keamanan di wilayahnya masih jauh dari harapan. Terlebih saat Pilkada akan digelar di Aceh Utara beberapa minggu lagi.
"Seharusnya kalau Kapolres Aceh Utara memang bisa memetakan wilayahnya, dia harus tahu dimana lokasi-lokasi rawan kejahatan. Bila perlu ada penambahan ekstra jika dibutuhkan," ucapnya tegas.
Dia mengatakan, Kapolres Aceh Utara seharusnya tahu bagaimana memetakan karyawan-karyawan yang statusnya sebagai pendatang. Tujuannya satu mengurangi konflik yang terjadi antara penduduk lokal Aceh dengan pendatang.
"Kapolres kurang belajar dari kasus penembakan terdahulu. Korban penembakannya adalah warga pendatang. Jika tidak ada pemetaan warga untuk sementara waktu ini, Polri khawatir konflik SARA bisa terjadi di Aceh," ucap Saud.
Saud menambahkan, sudah seharusnya para pimpinan kepolisian di daerah dapat memetakan dan mengetahui lokasi kerja mereka. Hal tersebut tentunya tak lepas dari koordinasi mereka dengan polsek setempat.
"Kalau besok-besok masih ada kejadian lagi berarti dia tidak tanggap dalam pemetaan. Dia belum benar. Dia harus bisa membaca situasi dan memahami karakteristik wilayahnya. Dia juga harus mengetahui ancaman-ancaman apa saja yang ada di daerah dia," tandasnya. (wbs)
Dari situasi ini, Mabes Polri akan melakukan evaluasi terhadap Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE. Hal ini diakui oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution.
"Mabes Polri memberikan penilaian Farid telah gagal dalam melaksanakan tugasnya. Dari beberapa kejadian penembakan di Aceh, telihat dia belum pas dalam memetakan wilayahnya," ujar Saud di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (10/1/2012).
Kelemahan Farid dalam memetakan wilayahnya, harus dikoreksi. Apabila tidak, Saud mengatakan, hal itu berpeluang terulang kembali.
Saud menilai, kinerja Kapolres Aceh Utara dalam menjaga keamanan di wilayahnya masih jauh dari harapan. Terlebih saat Pilkada akan digelar di Aceh Utara beberapa minggu lagi.
"Seharusnya kalau Kapolres Aceh Utara memang bisa memetakan wilayahnya, dia harus tahu dimana lokasi-lokasi rawan kejahatan. Bila perlu ada penambahan ekstra jika dibutuhkan," ucapnya tegas.
Dia mengatakan, Kapolres Aceh Utara seharusnya tahu bagaimana memetakan karyawan-karyawan yang statusnya sebagai pendatang. Tujuannya satu mengurangi konflik yang terjadi antara penduduk lokal Aceh dengan pendatang.
"Kapolres kurang belajar dari kasus penembakan terdahulu. Korban penembakannya adalah warga pendatang. Jika tidak ada pemetaan warga untuk sementara waktu ini, Polri khawatir konflik SARA bisa terjadi di Aceh," ucap Saud.
Saud menambahkan, sudah seharusnya para pimpinan kepolisian di daerah dapat memetakan dan mengetahui lokasi kerja mereka. Hal tersebut tentunya tak lepas dari koordinasi mereka dengan polsek setempat.
"Kalau besok-besok masih ada kejadian lagi berarti dia tidak tanggap dalam pemetaan. Dia belum benar. Dia harus bisa membaca situasi dan memahami karakteristik wilayahnya. Dia juga harus mengetahui ancaman-ancaman apa saja yang ada di daerah dia," tandasnya. (wbs)
()