Besok DPR panggil Kepala BIN bahas Aceh
Selasa, 10 Januari 2012 - 15:11 WIB
Besok DPR panggil Kepala BIN bahas Aceh
A
A
A
Sindonews.com - Tim Pemantau Desk Aceh dan Papua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu 11 Januari 2012 besok, rencananya akan memanggil Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman. Karena telah lalai dan kecolongan dalam setiap insiden serangan bersenjata yang memakan korban jiwa di Aceh.
Selain Kepala BIN, DPR juga berencana memanggil Menko Polhukam, Mendagri, Kapolri, Ketua KPU, dan Bawaslu untuk membicarakan masalah mutakhir tentang Pilkada dan keamanan di Aceh. Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan, pemanggilan dilakukan besok siang di Gedung DPR.
Dalam rapat sebelumnya dengan Gubernur Aceh, pimpinan DPRD, ketua partai, tokoh masyarakat, ulama, dan akademisi, menghasilkan beberapa rekomendasi.
"Kami meminta pemerintah untuk memberikan jaminan situasi yang kondusif, nyaman, dan keamanan masyarakat Aceh terjamin," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012).
Menurut politikus dari Partai Golkar ini, pemilihan gubernur dan bupati di Aceh jangan sampai mengorbankan kedamaian di Aceh. "Situasi di Aceh sekarang ini tidak kondusif, banyak hal yang kami duga berkaitan dengan rencana Pilkada di Aceh," terangnya.
DPR, tambahnya, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk Partai Aceh untuk mengusung calonnya dan berkontribusi dalam pemilihan Gubernur maupun Bupati di Aceh.
"Besok akan kami cek ulang, dan minta jaminan bahwa alat-alat keamanan kita betul-betul fokus untuk menjaga rasa aman masyarakat di Aceh," terangnya.
Seperti diketahui, sejak malam pergantian tahun 2011, terjadi serangan bersenjata di Aceh. Pada awalnya, sasaran serangan adalah warga pendatang di Aceh. Namun lambat laun, serangan mengarah pada aset vital dan kandidat salah calon Bupati Aceh Utara. (san)
Selain Kepala BIN, DPR juga berencana memanggil Menko Polhukam, Mendagri, Kapolri, Ketua KPU, dan Bawaslu untuk membicarakan masalah mutakhir tentang Pilkada dan keamanan di Aceh. Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan, pemanggilan dilakukan besok siang di Gedung DPR.
Dalam rapat sebelumnya dengan Gubernur Aceh, pimpinan DPRD, ketua partai, tokoh masyarakat, ulama, dan akademisi, menghasilkan beberapa rekomendasi.
"Kami meminta pemerintah untuk memberikan jaminan situasi yang kondusif, nyaman, dan keamanan masyarakat Aceh terjamin," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012).
Menurut politikus dari Partai Golkar ini, pemilihan gubernur dan bupati di Aceh jangan sampai mengorbankan kedamaian di Aceh. "Situasi di Aceh sekarang ini tidak kondusif, banyak hal yang kami duga berkaitan dengan rencana Pilkada di Aceh," terangnya.
DPR, tambahnya, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk Partai Aceh untuk mengusung calonnya dan berkontribusi dalam pemilihan Gubernur maupun Bupati di Aceh.
"Besok akan kami cek ulang, dan minta jaminan bahwa alat-alat keamanan kita betul-betul fokus untuk menjaga rasa aman masyarakat di Aceh," terangnya.
Seperti diketahui, sejak malam pergantian tahun 2011, terjadi serangan bersenjata di Aceh. Pada awalnya, sasaran serangan adalah warga pendatang di Aceh. Namun lambat laun, serangan mengarah pada aset vital dan kandidat salah calon Bupati Aceh Utara. (san)
()