Pihak ketiga 'bunuh' karakter Anas

Jum'at, 23 Desember 2011 - 17:17 WIB
Pihak ketiga bunuh karakter...
Pihak ketiga 'bunuh' karakter Anas
A A A
Sindonews.com - Mantan Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kembali menyebut politikus Partai Demokrat Jafar Hafsah dan Saan Mustopa.

Sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia menuding dua nama ini terlibat dalam kasus proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Namun, tudingan Nazaruddin langsung dibantah oleh Saan. Bahkan, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ini, tudingan tersebut tidak berdasar. Dirinya mengaku sama sekali tidak tahu-menahu dengan proyek yang disebut Nazar itu. "Saya enggak mengerti," tegas Saan, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Keterangan Saan ini, secara tidak langsung diperkuat oleh pernyataan Nuril selaku mantan tenaga ahli Nazaruddin. Dia mengatakan serangan-serangan yang disampaikan Nazar selama dalam persidangan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum cuma rekayasa. "Target intinya ingin menjatuhkan Anas sebagai ketua umum," ungkapnya.

Menurutnya, selama dalam pelarian, Nazaruddin kerap mengirimkan pesan singkat melalui BlackBerry Messanger (BBM) kepada dirinya. "Mau bentuknya kwitansi atau bukti-bukti lain yang dibagikan secara tertulis ataupun dikatakan secara lisan adalah bohong dan inkonsistensi," jelasnya.

Dia menambahkan, mantan atasannya itu, pandai membuat skenario palsu. Misalnya, klaim mengenai Yulianis sebagai anak buahnya Anas. Padahal Yulianis anak buah Nazaruddin di perusahaannya. "Nazar itu jago buat skenario dan mengarang pernyataan tidak masuk di akal," tukasnya.

Maka itu, dia mencurigai ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan Nazaruddin untuk membunuh karakter Anas Urbaningrum dan Partai Demokrat. Nuril menyarankan agar mantan anggota Komisi III (hukum) DPR tersebut bertobat atas dosa bisnis dan politiknya selama ini.

"Konsentrasi saja terhadap kasus korupsi yang sedang dihadapi. Saya yakin KPK bekerja professional dan transparan untuk menegakkan hukum yang adil di Republik ini," singgungnya.

Sebelumnya, terdakwa kasus korupsi Wisma atlet Muhammad Nazaruddin kembali menyeret sejumlah nama petinggi Partai Demokrat dalam dalam proyek Sport Center Hambalang.

Sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan, dia menyebutt Ketua Fraksi Demokrat Djafar Hafsah dan Sekretaris Fraksi Demokrat Saan Mustopa terlibat dalam kasus proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Namun, dia tak mau membeberkan berapa nominal yang diserahkan kepada para petinggi Demokrat tersebut."Ya terlibat. Makanya nanti pendalaman uang Saan, Djafar Hafzah di mana?" tutup Nazar.
()
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
NYPD Dituntut atas Tuduhan...
NYPD Dituntut atas Tuduhan Berkonspirasi Bunuh Malcolm X
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved