PB IDI Minta Pemerintah Berinovasi Ciptakan Alat Penanganan Covid-19

Kamis, 02 April 2020 - 13:03 WIB
PB IDI Minta Pemerintah...
PB IDI Minta Pemerintah Berinovasi Ciptakan Alat Penanganan Covid-19
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan harus ada antisipasi terhadap lonjakan pasien terduga dan positif Covid-19. Pemerintah diminta berinovasi ciptakan alat penanganan Covid-19.

"Seluruh dokter tetap kita minta melayani, baik puskemas, klinik, rumah sakit, dan tempat praktek dokter. Kami memberikan anjuran di masa pandemik, dokter harus mengikuti standar pelindungan diri dan menghindari praktik yang berlebihan sehingga tidak kelelahan. Kemudian jatuh sakit," terang Humas PB IDI Halik Malik saat dihubungi SINDOnews, Kamis (2/4/2020).

Halik mengharapkan pemerintah membuka data hasil pelacakan mengenai jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), positif, dan yang tanpa gejala. Dari data proses identifikasi itu bisa dilakukan pemetaan dan masalah yang ada di lapangan. Tentu saja, ini akan berguna untuk keamanan dan keselamatan tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien. (Baca juga: Lockdown Tercermin dalam PP Pembatasan Sosial Berskala Besar ).

"Kami bisa membantu memberikan kontribusi pemikiran dan langkah yang bisa diambil. Bisa dilihat risiko, kronologinya, dan penatalaksanaanya seperti apa nantinya."

Pemerintah, menurutnya, harus segera melibatkan sebanyak mungkin fasilitas kesehatan, meningkatkan kapasitas ruang isolasi, intensive care unit (ICU), dan akses terhadap ventilator. Ini bukan pekerjaan mudah karena memang kebutuhan yang banyak dan dalam waktu singkat harus tersedia. Namun, itu tak bisa lagi ditawarkan karena berfungsi untuk mengurangi angka kematian (fatality rate). (Baca juga: Jurus Ampuh Mengatasi Covid-19: Tes Massal, PSBB, dan Regulasi yang Kuat ).

Pemerintah sebenarnya dapat mendorong industri dan pihak lain dalam bidang riset agar menciptakan ventilator dan alat-alat lain yang dibutuhkan dalam pengelolaan kasus kritis ini. "Misalnya, inovasi terkait ventilator yang bisa dipakai bersama oleh beberapa pasien. Ini sudah dikembangkan oleh UI dan ITB. Ada juga inovasi telemedicine atau pelayanan robotic yang dikembangkan Unair bekerja sama dengan pihak ketiga. Alat ini akan meminimalkan kontak antara dokter dan pasien," pungkas Halik.
(zik)
Berita Terkait
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
IDI: Jangan Lengah,...
IDI: Jangan Lengah, Varian Delta Virus Corona Lebih Berbahaya
Pakar IDI Ungkap Potensi...
Pakar IDI Ungkap Potensi Virus Corona Bisa Mati Sendiri
IDI Minta Pemerintah...
IDI Minta Pemerintah Perjelas Angka Kesembuhan Pasien Covid-19
Imbas Ledakan Corona,...
Imbas Ledakan Corona, RS Sejumlah Daerah Mulai Kekurangan Oksigen
IDI Ungkap Virus Corona...
IDI Ungkap Virus Corona Sudah ke Pedesaan dan Pelosok Tanah Air
Berita Terkini
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved