Jokowi Nilai Pembatasan yang Dilakukan Daerah Masih Wajar

Rabu, 01 April 2020 - 15:04 WIB
Jokowi Nilai Pembatasan...
Jokowi Nilai Pembatasan yang Dilakukan Daerah Masih Wajar
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai sejauh ini kebijakan di daerah belum ada yang berbeda dengan pemerintah pusat. Dia menilai kebijakan pembatasan di daerah masih wajar.

“Bahwa ada pembatasan sosial, ada pembatan lalu lintas, saya kira itu pembatasan-pembatasan yang wajar bahwa daerah juga ingin mengontrol daerahnya masing-masing,” ujarnya saat melakukan peninjauan rumah sakit (RS) di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Rabu (1/4/2020). (Baca juga: KSP: Pembatasan Sosial Skala Besar Pilihan Pemerintah Paling Rasional )

Namun, dia mengingatkan bahwa kebijakan daerah dalam penanganan virus Corona bukanlah keputusan-keputusan besar. Dia kembali mengingatkan bahwa karantina wilayah atau lockdown bukan wewenang daerah.

“Tetapi sekali lagi tidak dalam bentuk keputusan-keputusan besar. Misalnya karantina wilayah dalam cakupan yang gede atau yang sering dipakai lockdown,” ucapnya.

Lebih lanjut Jokowi menuturkan bahwa lockdown berarti tidak memperbolehkan masyarakat untuk keluar rumah. Selain itu juga semua layanan transportasi berhenti, termasuk juga kegiatan perkantoran.

“Nah ini kita kan tidak mengambil jalan yang itu. Kita tetap aktivitas ekonomi ada, tetapi semua masyarakat harus menjaga jarak. Jaga jarak aman yang paling penting kita sampaikan sejak awal, social distancing, physicial distancing, itu yang paling penting,” paparnya.

Menurutnya, jika masyarakat disiplin untuk menjaga jarak dan rajin mencuci tangan maka penularan dapat dicegah. Jokowi menambahkan bahwa kebijakan untuk tidak melakukan lockdown didasarkan pada pengalaman-pengalaman negara lain yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia. (Baca juga: PNS DPR yang Meninggal karena Corona Tak Jaga Absen Paripurna 30 Maret )

“Dari pengalaman-pengalaman 202 negara yang telah membuat policy, policy, policy kita pelajari semua. Ada plus dan minus. Dan tentu saja kita sesuaikan dengan kondisi negara kita baik geografis, demografi, karakter budaya, kedisiplinan, dan kemampuan fiskal kita,” paparnya.
(kri)
Berita Terkait
Pandemi Covid-19, Presiden...
Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi Meminta Jajarannya Optimistis
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Jokowi: Pemda yang Belum...
Jokowi: Pemda yang Belum Anggarkan Penanganan COVID-19 Harus Ditegur
Presiden Mengajak Masyarakat...
Presiden Mengajak Masyarakat Tetap Optimistis Hadapi Covid-19
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Presiden Jokowi Akui...
Presiden Jokowi Akui Kengerian Covid-19 Pertengahan Juli 2021
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved