Cegah Corona, KSP Nilai Langkah Pemda Tepat Tutup Area Wisata

Rabu, 18 Maret 2020 - 14:34 WIB
Cegah Corona, KSP Nilai...
Cegah Corona, KSP Nilai Langkah Pemda Tepat Tutup Area Wisata
A A A
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Brian Sriprahastuti mengungkapkan, penutupan area wisata untuk pencegahan penyebaran virus corona adalah kewenangan dari pemerintah daerah (Pemda).

"Jadi terkait dengan terutama misalnya adalah untuk tempat-tempat wisata menurut kami bahwa penutupan itu bila dilakukan oleh pemerintah daerah dengan pertimbangan tertentu. Itu bisa dikatakan tepat tergantung dari analisis yang sudah dilakukan oleh Pemda masing-masing," ungkap Brian dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020).

(Baca juga: Antisipasi Corona, Pemprov DKI Rumuskan Larangan Pergi ke Tempat Keramaian)

Brian mengatakan, pemerintah sebetulnya telah mengeluarkan dua protokol yakni untuk Transportasi Publik dan Area Publik untuk mencegah penyebaran virus ini.

"Sebetulnya sudah ada beberapa protokol yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat terkait dengan penutupan area publik. Jadi protokol ada dua yakni protokol transportasi dan protokol area publik," katanya.

"Walaupun saya sampaikan bahwa pada saat kita berbicara protokol transportasi publik tidak bisa dipisahkan dengan area publik seperti stasiun, terminal, bandara itu kan termasuk area publik juga," tambahnya.

Brian menegaskan, Pemda mengetahui situasi persis daerahnya dan yang terbaik untuk warganya. "Karena pemerintah daerah, kami percaya mengetahui persis situasi daerahnya dan apa yang terbaik bagi warganya," ucapnya.

"Yang perlu diperhatikan adalah harus disertai dengan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat. Kenapa tempat-tempat area publik tersebut ditutup," sambungnya.

Diakuinya, dirinya berbicara tentang tempat wisata, bukan terkait dengan area publik yang ada di transportasi publik. Sehingga jangan sampai terjadi penutupan di satu area wisata yang menyebabkan orang kemudian bergerak ke tempat wisata yang lain yang tidak ditutup.

"Karena ini artinya masyarakat belum memahami makna dari penutupan area wisata tersebut," tegas Brian.

Jadi yang penting paling penting kata dia adalah, menghindari kerumunan, menghindari keramaian, harus menjaga jarak. "Itu yang disebut dengan social distance," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kepala Staf Presiden...
Kepala Staf Presiden Nigeria Meninggal Terinfeksi Covid-19
COVID-19 Renggut Nyawa...
COVID-19 Renggut Nyawa Kepala Staf Presiden Nigeria
Corona Bikin Masyarakat...
Corona Bikin Masyarakat Tertekan, Kasus KDRT Marak
Bersama Perangi Corona,...
Bersama Perangi Corona, 10 Rumah Aman Ciptakan Kemandirian Warga
Jadi Kebutuhan Dasar,...
Jadi Kebutuhan Dasar, Tersambungnya Listrik Perwujudan Indonesia Sentris
KSP Ungkap 80% Pergerakan...
KSP Ungkap 80% Pergerakan Manusia Mengarah kepada Mudik
Berita Terkini
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Infografis
5 Langkah Cegah Penularan...
5 Langkah Cegah Penularan Demam Berdarah pada Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved