Soal Pasien Corona Kabur, DPR Nilai Manajemen Komunikasi Pemerintah Lemah

Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:11 WIB
Soal Pasien Corona Kabur,...
Soal Pasien Corona Kabur, DPR Nilai Manajemen Komunikasi Pemerintah Lemah
A A A
JAKARTA - Perbedaan keterangan dari pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dan juru bicara pemerintah mengenai isu kaburnya seorang pasien virus Corona menuai kritik.

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan pasien yang diduga terjangkit, harus dijaga dan diawasi secara ketat. Saleh menegaskan standar pengawasannya harus sama dengan yang dilakukan oleh negara-negara lain. (Baca juga: Pasien Positif Corona Kabur dari Ruang Isolasi RSUP Persahabatan )

Dengan begitu, dipastikan pasiennya tidak menjangkiti orang lain. “Ini kan yang di Rumah Sakit Persahabatan sempat disebut kabur. Belakangan disebut, yang bersangkutan hanya keluar menemui keluarganya. Terus dijemput lagi dan sekarang sudah dirawat lagi. Apakah prosedur seperti ini sudah standar?” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2020).

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR ini mengatakan ada perbedaan keterangan dari pihak rumah sakit dan jubir pemerintah. Sebelumnya, pihak rumah sakit menyebut kabur.

Lalu dikoreksi jubir pemerintah dan dinyatakan tidak kabur tapi pergi untuk mengurus keluarga. “Perbedaan keterangan seperti ini tidak semestinya terjadi. Bisa saja orang memahaminya berbeda-beda," jelas Legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara II ini.

Padahal, kata dia, dalam situasi seperti ini pemerintah harus menunjukkan kalau memang benar-benar sigap untuk melakukan penanganan. “Lagi-lagi, ini kelihatannya kelemahan dari sisi manajemen komunikasi. Ada banyak jubir yang bicara. Selain jubir resmi pemerintah, ada lagi jubir rumah sakit," terang dia. (Baca juga: Pasien Positif Corona yang Kabur Telah Kembali ke RSUP Persahabatan )

Saleh menambahkan kalau setiap rumah sakit punya jubir dan jubir bicaranya berbeda-beda, bisa saja akan ada kesimpangsiuran informasi. "Kita harapkan, pemerintah memperbaiki dan mensinkronkan persoalan komunikasi seperti ini," pungkas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.
(kri)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved