MUI Sayangkan Sikap Pemerintah Tak Tegas Terkait Kekerasan di India

Kamis, 12 Maret 2020 - 20:16 WIB
MUI Sayangkan Sikap...
MUI Sayangkan Sikap Pemerintah Tak Tegas Terkait Kekerasan di India
A A A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum melihat sikap tegas yang ditunjukkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), terhadap aksi kekerasan umat Islam di India beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Ketegasan Pemerintah dan Sikap Rasional Kunci Cegah Konflik Sosial)

Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Muhyiddin Junaidi berharap, seharusnya Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dunia harus mengambil sikap tegas atas kekerasan yang terjadi di India.

"Untuk sekarang saya melihat Kemlu takut dan ragu untuk bersikap terhadap India karena india adalah sponsor dari berdirinya negara nonblok mungkin itu. Mungkin ada lagi alasan lain. Oleh karena itu kita sangat menyesal, kita tidak melihat utusan dari Kemlu," ujar Muhyiddin di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Muhyiddin mengungkapkan, organisasi internasional hingga negara Eropa dan Amerika telah melayangkan surat resmi kepada Perdana Menteri (PM) India, agar menghentikan dan memberikan hak kewarganegaraan kepada umat Islam India seperti warga negara India lainnya.

"Amerika Serikat sudah mengirim surat, beberapa negara eropa sudah bersurat ke Mahendra Modi (PM India) agar membatalkan UU kewarganegaraan tersebut, tapi tidak digubris. Indonesia wallahu alam bissawab. Belum ada (sikap)," katanya.

MUI juga menyesalkan ketidakhadiran Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat dan Menlu RI Retno LP Marsudi saat dialog interaktif hari ini tentang kondisi Muslim di India.

Padahal katanya, yang memprakarsai dialog hari ini adalah Duta Besar India untuk Indonesia. "Duta Besar India untuk Indonesia minta silaturahim ke MUI," katanya.

"Dengan sangat menyesal tidak bisa hadir dan diminta re-schedule di hari-hari mendatang," tambahnya.

Seharusnya lanjut Muhyiddin, Duta Besar India berterima kasih kepada MUI karena menfasilitasi pertemuanya dengan pimpinan pusat ormas Islam Indonesia untuk menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi di India.

"Kalau di MUI dikhawatirkan keamanannya tidak terjamin dan Duta Besar tidak nyaman. Seharusnya, Duta Besar India berterima kasih kepada MUI. Kalau perlu memberikan tiket khusus ke India untuk melihat apakah di sana masih ada persekusi atau tidak," tuturnya.

"Saya kecewa pembatalan sepihak Dubes India. Kami merasa diadu domba, karena dia (Dubes India) yang minta untuk hadir, lalu dia mengontak Kemlu, lalu Kemlu mengontak kami di MUI agar mengatur ulang jadwal, padahal sudah disepakati oleh dia (Dubes India)," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Dialog Antarumat Beragama,...
Dialog Antarumat Beragama, Waketum MUI: Anggaran Boleh Dipangkas, Kerukunan Jangan
Fatwa MUI: Salam Lintas...
Fatwa MUI: Salam Lintas Agama Bukanlah Makna Toleransi
MUI Singgung Kembali...
MUI Singgung Kembali Perlunya Membentuk DKN Gagasan Jokowi
Dukung MUI terkait UU...
Dukung MUI terkait UU Anti-Kebencian terhadap Agama, Partai Perindo: Untuk Jaga Persatuan
Kemenag: Salam Lintas...
Kemenag: Salam Lintas Agama Praktik Kerukunan Umat dan Perkuat Toleransi
Waketum MUI: Hidup Harmonis...
Waketum MUI: Hidup Harmonis di Tengah Keberagaman Bagian dari Muamalah
Berita Terkini
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved