Tangani Corona, Pemerintah Pastikan APD Cukup

Rabu, 11 Maret 2020 - 12:03 WIB
Tangani Corona, Pemerintah...
Tangani Corona, Pemerintah Pastikan APD Cukup
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan ketersediaan beberapa alat kesehatan dalam penanganan virus corona masih cukup. Salah satunya adalah ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis yang menangani pasien corona.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menanggapi klaim beberapa kabupaten/kota yang kekurangan APD atau yang dikenal dengan baju hazmat.

"Kita tahu ada yang menggunakan jas hujan, yang dilakban dan sebagainya. Padahal di provinsi masih ada," katanya di Kantor Presiden, kemarin.

Dia pun meminta agar provinsi dan kabupaten/kota berkoordinasi dengan baik. Dia memastikan bahwa pemerintah pusat terus melakukan pemantauan terkait kebutuhan logistik tersebut.

"Kita memantau, dan semuanya ada di sistem pemantauan logistik yang ada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Farmalkes (Kerfarmasian dan Alat Kesehatan)," tuturnya. (Baca juga: Terinfeksi Corona, Sejumlah Proyek China di Indonesia Terhenti ).

Yuri menyebut bahwa stok APD sekarang sudah ada banyak. Pasalnya pemerintah sudah menemukan pemasok baru di luar China. "APD ini tidak hanya dari satu negara. Tetapi dari beberapa negara termasuk dari India, Eropa, ada yang dari Denmark, ada yang dari mana-maana.Bukan meminta bantuan, kita bisa beli," tuturnya.

Tidak hanya itu, Yuri juga memastikan bahwa perlengkapan untuk pemeriksaan spesimen virus corona juga cukup. Dia menyebut pemerintah telah mendatangkan 10.000 perlengkapan yang menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).

"Stok pemeriksaan ini PCR ini kemarin datang lagi 10.000 unit. Yang lama masih ada 500 lebih sisanya. Jadi tidak benar kalau kita tidak punya itu," ungkapnya.

Lebih lanjut pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menguji spesimen secara mandiri di daerah. Yuri mengatakan pemerintah sedang melatih petugas dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLP2) dari daerah.

"Diharapkan minggu ini selesai training, mereka membawa 10 ribu (kit) tadi ke tempat masing-masing. Ini tahap pertama," ujarnya.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa pemerintah sedang berupaya memenuhi standar fasilitas di daerah untuk menjalankan proses PCR. Fasilitas di BTKLP2 harus tunduk pada standar bio safety dan bio security. "Bio safety jangan sampai nular yang meriksa. Bio security jangan sampai virusnya lepas ke dunia luar menulari yang lain," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Penyandang Disabilitas...
Penyandang Disabilitas Membuat Karya Batik Unik Covid-19
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Aksi Band Beranggotakan...
Aksi Band Beranggotakan Polisi, Sosialisasikan COVID-19 dengan Lagu
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved