Dampak Corona, KBRI Imbau WNI Tak Kunjungi Mekkah, Madinah dan Qatif

Selasa, 10 Maret 2020 - 12:00 WIB
Dampak Corona, KBRI...
Dampak Corona, KBRI Imbau WNI Tak Kunjungi Mekkah, Madinah dan Qatif
A A A
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi mengimbau kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di negara tersebut untuk tidak melakukan perjalanan ke Mekkah, Madinah dan Qatif. ”Untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Mekkah, Madinah dan Qatif,” tulis surat edaran yang dikeluarkan KBRI tertanggal 9 Maret 2020 waktu setempat. (Baca juga: Raja Salman Sumbang Rp143 Miliar untuk Perangi Virus Corona)

Dalam keadaan mendesak, bagi WNI yang berada di Qatif khususnya dan kota di Arab Saudi pada umumnya, dapat menghubungi nomor hotline perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi sebagai berikut:
KBRI Riyad: +966569173990 dan +966569094526
KJRI Jeddah: +966503609667

Guna menghindari kendala dalam perjalanan keluar dan masuk ke Arab Saudi, untuk sementara waktu tidak menggunakan maskapai penerbangan dari negara-negara tersebut di atas antara lain, Emirates, Etihad, Airways, Kuwait Airways, Gulf Air, Egypt Air, serta selalu berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang akan digunakan untuk mengantisipasi pembatalan penerbangan pada saat terakhir sebelum keberangkatan. (Baca juga: Tujuh Pasien Baru Corona Tertular di Luar Negeri)

”WNI di Arab Saudi juga perlu berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi terkait virus Corona mengingat ancaman bagi penyebar hoax di Arab Saudi yang sangat tinggi yaitu dengan SAR3 juta dan penjara 5 tahun,” tulis imbauan yang diterima SINDOnews, Selasa (10/3/2020). (Baca juga: Garuda: Hanya Tuhan yang Tahu Penerbangan Umrah Kapan Kembali Dibuka)

Imbauan yang dikeluarkan KBRI tersebut menyikapi surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang menutup sementara jalur masuk dari wilayah Qatif (Jalur Saihat di selatan hingga jalur Safwa diutara). ”Mengizinkan penduduk Qatif untuk kembali ke rumahnya masing-masing,” tulis surat edaran tersebut.

Dalam surat edaran tersebut, pihak berwenang juga menghentikan kegiatan perkantoran pemerintah dan swasta, kecuali kegiatan terkait dengan kebutuhan umum seperti apotik, took sembako, pompa bensin, serta fasilitas kesehatan dan keamanan. Pengecualian ini dilakukan dengan tetap melakukan prosedur pencegahan terhadap wabah penyakit.

Menghentikan sementara perjalanan Warga Negara Arab Saudi dan ekspatriat dari Arab Saudi ke negara-negara Persatuan Emirat Arab, Kuwati, Bahrain, Libanon, Suriah, Korea Selatan, Mesir, Italia dan Irak. Termasuk menangkal masuknya individu yang datang dari negara-negara tersebut serta mereka yang berada di negara-negara tersebut selama 14 hari sebelum ketibaan di Arab Saudi.

Menghentikan sementara jalur udara dan laut antara Arab Saudi dengan negara-negara tersebut kecuali untuk evakuasi dan perdagangan dengan tetap melakukan prosedur kehati-hatian terhadap wabah virus. ”Mengizinkan transportasi komersial untuk keluar dan masuk wilayah kota dengan tetap melakukan prosedur pencegahan wabah penyakit,”.

Langkah Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi ini mengacu pada data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang menyebutkan jumlah pasien terjangkit virus Corona (Covid-19) mencapai 14 orang. Rinciannya:
• 2 Maret 2020 melibatkan 1 orang pria WN Arab Saudi datang dari Iran dirawat di rumah sakit di Qatif
• 4 Maret 2020 melibatkan 1 orang pria WN Arab Saudi, datang dari Iran dirawat di rumah sakit di Qatif
• 5 Maret 2020 melibatkan 2 orang pria dan 1 orang wanita WN Arab Saudi datang dari Iran dirawat di rumah sakit di Qatif
• 7 Maret 2020 melibatkan 2 orang wanita WN Arab Saudi datang dari Iran dan Irak dirawat di rumah sakit di Qatif
• 8 Maret 2020 melibatkan 3 orang wanita dan 1 orang pria WN Arab Saudi datang dari Iran dirawat di rumah sakit di Qatif
• 9 Maret 2020 melibatkan 2 orang wanita WN Bahrain datang dari Irak dirawat di rumah sakit di Qatif. 1 orang pria WN Amerika Serikat datang melalui Filipina dan Italia, dirawat di rumah sakit di Riyadh.
(cip)
Berita Terkait
BKSAP Sebut Seruan Penyelidikan...
BKSAP Sebut Seruan Penyelidikan Asal-usul Virus Corona Perlu Didukung
Kemlu Nilai Seruan Penyelidikan...
Kemlu Nilai Seruan Penyelidikan Asal-usul Corona Scoot Morrison Bukan Hal Baru
Kemlu Konfirmasi 536...
Kemlu Konfirmasi 536 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19
Setelah Ditutup 3 Bulan,...
Setelah Ditutup 3 Bulan, Aktivitas Ekonomi El Salvador Kembali Dibuka
162 WNI di Luar Negeri...
162 WNI di Luar Negeri Sembuh dari Corona, Terbanyak di India
Video Bali Peketat Kedatangan...
Video Bali Peketat Kedatangan WNA dan WNI dari Luar Negeri
Berita Terkini
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved