Viral Video Pelecehan Siswa, Pengamat: Dunia Pendidikan Krisis Moralitas

Selasa, 10 Maret 2020 - 06:14 WIB
Viral Video Pelecehan...
Viral Video Pelecehan Siswa, Pengamat: Dunia Pendidikan Krisis Moralitas
A A A
JAKARTA - Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng. Kemarin viral di media sosial (medsos) video yang mempertontonkan bullying berupa pelecehan sekelompok siswa terhadap seorang siswa perempuan.

Di video tersebut terlihat siswa laki-laki memegang dada si korban, tidak berdaya dalam pegangan pelaku lain yang ternyata tak hanya laki-laki tapi yang melakukan aksi bully itu juga ada satu siswa perempuan.

Pengamat Pendidikan yang juga Peneliti Utama The Indonesian Education Analyst (id.Edu), Adjat Wiratma kejadian bullying yang melibatkan siswa di sekolah bukti lemahnya pendidikan moral. Bicara soal pendidikan moral, katanya, nilai moral yang utama yang harus ditanamkan guru dan orang tua adalah sikap hormat dan bertanggung jawab.

“Ini diperlukan untuk pengembangan jiwa yang sehat, peduli akan hubungan antar sesama, anak siap menjadi bagian masyarakat yang humanis, dan untuk hidup yang damai. Hal lain adalah kejujuran, toleransi, serta tolong menolong,” ujar Adjat kepada SINDO Media, Senin (9/3/2020).

Adjat pun merekomendasikan tiga hal. Pertama, aparat hukum harus mengusut kasus ini, menemukan asal muasal video serta para pelaku dan korbannya secepatnya. Kedua, bersama sekolah dan orang tua, aparat hukum bekerjasama melakukan langkah pemulihan bagi korban, serta sanksi yang tepat bagi pelaku.

"Ketiga, video kekerasan berupa pelecehan itu akan membuat korban trauma, maka harus dihilangkan dari jejak digital. Demi melindungi harga diri korban," jelasnya.

Adjat juga menilai bahwa lemahnya literasi digital juga membuat banyak aksi kekerasan yang melibatkan siswa justru menjadi “konten” bagi siswa tertentu yang tidak memiliki daya kreasi dan literasi.

“Miris, aksi membully justru menjadi bahan candaan bagi sebagian orang dan dijadikan konten di media sosial. Pemahaman tentang literasi digital ini juga penting ditanamkan guru di masa kekinian,” kata Adjat.

Adjat berharap, Menteri Pendidikan dan Menteri PPA menaruh perhatian serius akan fakta yang terjadi ini, yakni dengan memberikan perhatian serius untuk mengembalikan “wibawa sekolah” sebagai taman yang manusiawi dan memanusiakan.

“Ini serius, mengingat kasus-kasus yang muncul ke permukaan adalah semacam fenomena gunung es, menjadi salah satu tolak ukur hasil pendidikan, meskipun ini adalah bicara kasus (tidak bisa di generalisir) namun membuat kita prihatin,” tegas Adjat.
(kri)
Berita Terkait
Perindo: Perlindungan...
Perindo: Perlindungan Hak Perempuan Tidak Cukup dengan Keterwakilan di Parlemen
Mengerikan! 4.000 Anak...
Mengerikan! 4.000 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dari Januari-Juni 2023
PKB Kecam Segala Bentuk...
PKB Kecam Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Anak
Anak Dianiaya Nenek...
Anak Dianiaya Nenek dan Tante, Ayah Malah Sebut Itu Bukan KDRT tapi Masalah Pendidikan
Sepanjang 2023, KPAI...
Sepanjang 2023, KPAI Terima 3.883 Laporan terkait Pelanggaran Hak Anak
Pemkab Majalengka Siapkan...
Pemkab Majalengka Siapkan Perda Perlindungan Anak
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved