Suhendra Terima Ketua Komisi Pertahanan dan Militer Perlemen Thailand

Senin, 09 Maret 2020 - 21:07 WIB
Suhendra Terima Ketua...
Suhendra Terima Ketua Komisi Pertahanan dan Militer Perlemen Thailand
A A A
JAKARTA - Tokoh intelijen senior, Suhendra Hadikuntono menerima kunjungan Ketua Komisi Pertahanan dan Militer Parlemen Thailand Datuk Seri Sutipan Siririkanon.

Suhendra menerima tamu kehormatan itu di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.

Kunjungan Sutipan ke tokoh perdamaian itu dilakukan di tengah konflik internal yang meruncing di Thailand selatan. Dia pun meminta Suhendra untuk memainkan peran sentral dalam menyiapkan skema perdamaian di wilayahnya.

Sutipan yang juga representasi kaum muslim di Thailand selatan meminta Suhendra menjadi juru damai konflik yang sudah lebih dari 60 tahun terjadi di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Sutipan dalam pembicaraan langsung dengan Suhendra. Konflik di Thailand selatan antara umat muslim yang merasa dimarjinalkan atau diperlakukan tidak adil oleh Pemerintah Thailand telah terjadi sejak tahun 1960.

Konflik bermula dari aneksasi atau pencaplokan wilayah dan kedaulatan Kesultanan Pattani oleh negara Thailand.

Selain Pattani, tiga provinsi lain yang berpenduduk mayoritas muslim juga mendapat perlakuan diskriminatif, yakni Yala, Narathiwat, dan Songkhla.

Perlawanan terhadap pemerintah pusat Thailand dilakukan oleh The Pattani United Liberation Organisation (PULO), Barisan Revolusi Nasional (BRN), dan Barisan Nasional Pembebasan Pattani (BNPP).

Muslim di Thailand banyak dijumpai di beberapa provinsi wilayah selatan, antara lain Pattani (80%), Yala (68,9%), Narathiwat, Satun (67,8%), dan Songkhla. Seluruh provinsi tersebut dahulunya masuk wilayah kerajaan Pattani Raya pada abad ke-12, sebelum kerajaan Sukhotai berdiri.

Konflik itu kini terus berlarut dan semakin meruncing karena Pemerintah Thailand dianggap terlalu represif dalam merespons aspirasi kaum Melayu muslim di Thailand selatan.

Jumlah korban selama konflik sampai saat ini sudah mencapai ribuan jiwa melayang dan puluhan ribu orang luka-luka. Konflik tak kunjung bisa ditengahi, bahkan November 2019 lalu 39 jiwa lainnya kembali menjadi korban.

Suhendra mengaku sudah menyiapkan "road map" dan skema perdamaian di Thailand selatan, dan akan minta restu kepada Presiden Joko Widodo.

"Ini momentum bagi Bapak Presiden sebagai tokoh perdamaian internasional. Selanjutnya saya menunggu arahan beliau," ujar Suhendra.
(dam)
Berita Terkait
5 Kepala Badan Intelijen...
5 Kepala Badan Intelijen Negara Pertama di Indonesia, Nomor 1 Dijuluki Bapak Intelijen
Sama-sama Mengemban...
Sama-sama Mengemban Misi Intelijen, Ini Perbedaan BIN dan BAIS TNI
Siapa Jonathan Pollard?...
Siapa Jonathan Pollard? Agen Intelijen yang Bekerja Memata-matai AS untuk Israel
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
4 Fakta Menarik Zulkifli...
4 Fakta Menarik Zulkifli Lubis, Kolonel Intelijen Pertama Indonesia
Perusahaan Terkait Intelijen...
Perusahaan Terkait Intelijen China Kantongi Data 2.100 Warga Indonesia
Berita Terkini
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved