Marak Penimbunan, Ganjar Minta Perusahaan Tingkatkan Produksi Masker

Rabu, 04 Maret 2020 - 20:37 WIB
Marak Penimbunan, Ganjar...
Marak Penimbunan, Ganjar Minta Perusahaan Tingkatkan Produksi Masker
A A A
SOLO - Dalam upaya mencegah persebaran Covid-19, masyarakat hendaknya tidak tergantung pada masker. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seusai sidak di RSUD dr Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020). Menurutnya, menjaga kebersihan dan meningkatkan imunitas tubuh lebih bermanfaat daripada menimbun masker sebanyak-banyaknya.

“Yang penting itu kita jaga daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, makan makanan bergizi, olah raga teratur dan sering mencuci tangan menggunakan sabun maupun antiseptik,” kata Ganjar.

Ia juga meminta masyarakat lebih memahami bahwa yang wajib menggunakan masker adalah mereka yang sakit, tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien maupun masyarakat yang tinggal di daerah rawan terdampak.

“Kalau sehat tidak perlu pakai (masker). Yang penting dan wajib itu yang sakit. Mari kita kembangkan etika bersin dan batuk, ditutupi dengan punggung lengan untuk mengamankan diri,” pintanya.

Untuk menyiasati kelangkaan masker, lanjut Ganjar, masyarakat bisa membuat masker sendiri menggunakan kain kasa lapis empat. Menurutnya, masker itu memiliki manfaat dan fungsi yang sama seperti masker operasi yang berwarna hijau atau biru.

Dia menambahkan, saat ini Pemprov Jateng telah berkomunikasi dengan pabrikan masker untuk menambah kuota produksi. "Saya akan komunikasi dengan pabrik-pabrik, berapa kapasitas yang bisa diproduksi. Sekarang produksi kita juga tidak terlalu tinggi karena komponen masih impor," ujar orang nomor satu di Jawa Tengah ini.

Ganjar mengaku geram pada oknum yang mencari keuntungan pribadi saat masyarakat tengah membutuhkan masker, baik untuk mencegah Covid-19 maupun untuk melindungi pernapasan dari abu erupsi Gunung Merapi.

Gubernur mengapresiasi langkah Polda Jawa Tengah yang telah meringkus tiga warga Semarang terduga penimbun masker dan antiseptik gel.

"Tolong dong penjual distributor, pengecer jangan bersenang-senang di atas penderitaan orang. Ini masyarakat lagi butuh. Dijual saja dengan harga yang normal. Dan akan lebih baik jika ada kemanusiaan yang adil dan beradab, Anda (penjual) kasih diskon," tegasnya.
(akn)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Tour de Borobudur 2020...
Tour de Borobudur 2020 Jadi Even Terlama Sepanjang Sejarah Sepeda
Ganjar Usul Pendapatan...
Ganjar Usul Pendapatan ASN Dipotong, Pakar Ekonomi: Relevan dan Sangat Dibutuhkan
Ganjar Pranowo Minta...
Ganjar Pranowo Minta Daerah Zona Merah Wajib Ambil Tindakan Tegas
Warga Jawa Tengah Donasi...
Warga Jawa Tengah Donasi Kaos Lawan COVID-19
Gubernur Jateng Ancam...
Gubernur Jateng Ancam Pidanakan Pembuat Surat Keterangan Domisili Aspal untuk PPDB
Berita Terkini
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved