Pemerintah Dinilai Tak Transparan, MUI Persoalkan Investor Garap Ibu Kota Baru

Senin, 02 Maret 2020 - 07:59 WIB
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Transparan, MUI Persoalkan Investor Garap Ibu Kota Baru
A A A
JAKARTA - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyoroti pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut ada 30 investor besar dalam dan luar negeri yang berminat menggarap ibu kota baru.

Menurut Anwar, apakah ibu kota baru milik asing dan aseng atau milik negara dan rakyat indonesia? Pasalnya, niat Presiden Jokowi ingin memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timurmerupakan rencana besar yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Yang kita sayangkan mengapa masalah sebesar ini, kok tidak terbuka dan dibuka secara transparan. Rakyat perlu tahu, karena yang akan dipindahkanibu kota negara," kata Anwar kepada Sindonews, Senin (2/3/2020).

Dia menuturkan, semestinya rakyat tahu secara baik alasan-alasan mengapa dipindahkan, ke mana dipindahkan, tanah yang akan dibangun untuk ibu kota baru tersebut punya siapa? Apakah aman dari bencana alam seperti gempa bumi dan banjir. Lalu dari mana duitnya?


"Kata pemerintah, pemerintah tidak punya duit, lalu duitnya dari mana? Ini harus dijelaskan secara terbuka, karena ini menyangkut masalah publik dan atau masalah dari seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua PP Muhammadiyah itu menyebut, ada 30 investor baik dari dalam maupun luar negeri siap untuk mendanai ibu kota baru tersebut. Ia menyebut, bagaimana kesepakatannya dengan mereka. Sebagai rakyat awam muncul pertanyaan apakah yang akan dipindahkan ini ibu kota negara atau pusat bisnis? "Dan apakah dengan kepindahan ibu kota ini rakyat banyak akan diuntungkan atau tidak," ujar dia.


Lebih lanjut Anwar mengatakan, karena selama ini yang ia ketahui bila investor sudah mau berinvestasi maka itu berarti tingkat keuntungan yang akan mereka peroleh sudah jelas dan yang kita takutkan dan khawatirkan dari masalah ini apakah nanti dengan kehadiran ibu kota baru ini rakyat banyak diuntungkan atau siapa sebenarnya siapa yang diuntungkan?

Terlebih, lanjut dia, selama ini yang diketahuinya bila investor sudah mau berinvestasi, maka tentu keuntungannya sudah terang benderang dan akan lebih banyak jatuh ke tangan mereka dari pada kepada rakyat.

Sehingga yang terlintas dibenak kita apakah ibu kota negara yang baru tersebut masih mencerminkan ibu kota dari negara Republik Indonesia yang merupakan milik dari seluruh rakyat Indonesia atau itu adalah ibu kota negara yang dikuasai oleh asing dan aseng ?

"Kalau yang terakhir ini yang terjadi tentu hal tersebut akan sangat-sangat kita sesalkan," pungkasnya.

(maf)
Berita Terkait
Luhut: Siapa Bilang...
Luhut: Siapa Bilang Ibu Kota Baru Tak Ada Investor, Saya Pusing Ngaturnya
Softbank Mundur Jadi...
Softbank Mundur Jadi Investor IKN Baru, Luhut Sibuk Cari Pengganti
Denny JA Sebut Memindahkan...
Denny JA Sebut Memindahkan Ibu Kota Perlu Pemimpin yang Berani
Kutuk Pernyataan Edy...
Kutuk Pernyataan Edy Mulyadi, Deddy: Harus Dibawa ke Ranah Hukum
6 Negara yang Gagal...
6 Negara yang Gagal Memindahkan Ibu Kota Negaranya
Ibu Kota Baru Dinilai...
Ibu Kota Baru Dinilai Harus Benar-benar Perhatikan Politik-Ekonomi
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved