Soal Bencana Banjir, PDIP Minta Jangan Saling Menyalahkan

Kamis, 27 Februari 2020 - 22:10 WIB
Soal Bencana Banjir,...
Soal Bencana Banjir, PDIP Minta Jangan Saling Menyalahkan
A A A
JAKARTA - Banjir menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) yang harus segera diatasi bersama.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sukur Nababan mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek, belakangan ini, sebenarnya bukan force majeure yang tidak bisa diduga.

”Banjir ini sebenarnya kita bisa eliminasi, bisa kita kurangi dampak-dampak yang sangat luar biasa sekali. Banjir ini mengakibatkan penderitaan sangat luar biasa, di Jakarta, Tangerang, Banten, dan dampak itu bukan hanya ekonomi, tetapi dampak psikologis yang akan dibawa oleh anak-anak kita, saudara kita, sampai perkembangan pertumbuhan mereka ke depan,” tutur Sukur Nababan dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertema Banjir, Bencana atau Ketidakpahaman? di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Dalam mengatasi persoalan banjir, kata dia, semua pihak harus duduk bersama dan menepikan perbedaan warna maupun politik.

”Kita harus bersatu, kita harus duduk bersama membicarakan. Sudah tidak bisa lagi kita saling menyalahkan. Tidak ada gunanya kita berdebat saling menyalahkan, si A melakukan ini, si B melakukan ini. Saatnya untuk berhenti kita saling menyalahkan. Saatnya kita berhenti untuk saling mem-bully,” katanya. (Baca juga: Penjelasan Anies Baswedan Tak Hadiri Rapat DPR Terkait Banjir )

Bukan saatnya pula antarpihak saling membangun opini sendiri-sendiri. Saat ini, kata dia, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang menyanggah Ibu Kota harus duduk bersama membicarakan solusi banjir yang selalu datang tiap musim hujan ini.

”Ini kita harus berbicara terintegrasi, tidak bisa lagi sepotong-sepotong. Kota/ kabupaten membuat kebijakan sendiri, provinsi membuat kebijakan sendiri, pusat pembuat kebijakan sendiri. Sudah tidak itu lagi solusinya, tetapi duduk bersama bagaimana cara mengatasi,” tuturnya.

Komisi V sebenarnya sudah mengundang seluruh stakeholders untuk membahas persoalan banjir, sayangnya pihak-pihak yang diundang tidak datang dan hanya mengirimkan perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan.

”Ini menjadi sebuah problem. ”Ayo kita duduk bareng, kita diskusikan, cara mana sebenarnya yang benar, apa yang harus kita kendalikan dan kita atasi. Kalau itu dilaksanakan maka kita akan bisa, mengeliminasi atau tidak akan terjadi lagi banjir bandang seperti ini,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Megawati Perintahkan...
Megawati Perintahkan Baguna PDIP Siap Siaga Bantu Rakyat
Bangun Dapur Umum untuk...
Bangun Dapur Umum untuk Korban Banjir, Hasto: Kader Partai Wajib Bantu Rakyat
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Megawati: Banjir di...
Megawati: Banjir di Kalbar Sinyal Bumi Menderita Akibat Kebijakan Kita Sendiri
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved