Pemerintah Targetkan Soft Groundbreaking Ibu Kota Baru Tahun Ini
Rabu, 26 Februari 2020 - 22:05 WIB
Pemerintah Targetkan Soft Groundbreaking Ibu Kota Baru Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapppenas) Suharso Monoarfa menargetkan soft groundbreaking atau peletakan batu pertama ibu kota negara baru dapat dilakukan pada tahun ini.
Pemerintah saat ini masih terus menuntaskan master plan pembangunan ibu kota baru. "Master plan yang kita harapkan akan selesai pada pertengahan tahun ini untuk memastikan titik nol. Memastikan di mana titik Nol ibu kota negara dan mudah-mudahan soft groundbreaking bisa dilakukan pada tahun ini," kata Suharso di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Suharso juga mengatakan tengah melakukan kajian jumlah penduduk yang bisa tinggal di ibu kota negara baru tersebut. Jumlah ini menurutnya akan tergantung pada hal-hal apa saja yang menjadi daya tarik ibukota baru.
"Tadi diperlukan sebuah exercise mengenai jumlah penduduk yang kira-kira bisa tinggal di situ. Dan ini tergantung pada daya tarik ibu kota negara itu akan datang," ungkapnya.
Dia mengakui pemerintah akan mengembangkan pusat-pusat daya tarik baru dan akan dibangun kluster pendidikan, kesehatan, dan hiburan.
"Apakah kita akan bisa menarik atau menempatkan di sana, salah satu universitas terbaik di dunia atau di Indonesia ataukah kita juga bisa mengajak investasi di bidang rumah sakit yang memang juga terbaik di kawasan. Sehingga dia bisa menjadi salah satu daya magnet untuk menarik para penduduk yang tinggal di sana," ungkapnya.
Dia memastikan adanya jaminan pekerjaan di sana. Ditargetkan akan ada tiga juta lapangan kerja baru. "Orientasinya tentu lapangan pekerjaan di sektor sektor yang ramah lingkungan, sektor-sektor green, sektor-sektor yang sesuai dengan jalannya SDG's," tuturnya.
Pemerintah saat ini masih terus menuntaskan master plan pembangunan ibu kota baru. "Master plan yang kita harapkan akan selesai pada pertengahan tahun ini untuk memastikan titik nol. Memastikan di mana titik Nol ibu kota negara dan mudah-mudahan soft groundbreaking bisa dilakukan pada tahun ini," kata Suharso di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Suharso juga mengatakan tengah melakukan kajian jumlah penduduk yang bisa tinggal di ibu kota negara baru tersebut. Jumlah ini menurutnya akan tergantung pada hal-hal apa saja yang menjadi daya tarik ibukota baru.
"Tadi diperlukan sebuah exercise mengenai jumlah penduduk yang kira-kira bisa tinggal di situ. Dan ini tergantung pada daya tarik ibu kota negara itu akan datang," ungkapnya.
Dia mengakui pemerintah akan mengembangkan pusat-pusat daya tarik baru dan akan dibangun kluster pendidikan, kesehatan, dan hiburan.
"Apakah kita akan bisa menarik atau menempatkan di sana, salah satu universitas terbaik di dunia atau di Indonesia ataukah kita juga bisa mengajak investasi di bidang rumah sakit yang memang juga terbaik di kawasan. Sehingga dia bisa menjadi salah satu daya magnet untuk menarik para penduduk yang tinggal di sana," ungkapnya.
Dia memastikan adanya jaminan pekerjaan di sana. Ditargetkan akan ada tiga juta lapangan kerja baru. "Orientasinya tentu lapangan pekerjaan di sektor sektor yang ramah lingkungan, sektor-sektor green, sektor-sektor yang sesuai dengan jalannya SDG's," tuturnya.
(dam)