Anggarkan Influencer Rp72 M untuk Gaet Wisatawan Asing Dinilai Pemborosan
Rabu, 26 Februari 2020 - 12:40 WIB
Anggarkan Influencer Rp72 M untuk Gaet Wisatawan Asing Dinilai Pemborosan
A
A
A
JAKARTA - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menganggap langkah pemerintah yang menganggarkan sekira Rp72 miliar untuk influencer dalam menggaet wisatawan asing ke Indonesia kurang efektif dan pemborosan.
"Di saat negara lagi financial crisis atau krisis keuangan masih ada saja ide irasional," ujar Jerry saat dihubungi SINDOnews, Rabu (26/2/2020). (Baca juga: Gaet Wisatawan Asing Pakai Influencer, Pemerintah Anggarkan Rp72 Miliar )
Sebaliknya, kata Jerry, upaya pemerintah ini dianggap pelecehan terhadap para 'tour guide' di lokasi-lokasi wisata. Menurutnya, justru mereka perlu berikan atensi yang lebih untuk menarik wisatawan ke Tanah Air.
"Ada tidak undang-undangnya menggaet wisatawan asing? Lebih baik buka class room bahasa Indonesia agar mereka bisa diajari bahasa dan budaya kita itu yang lebih baik. Ketimbang pakai influencer," tuturnya.
Jerry melihat akhir-akhir ini muncul gagasan, ide dan kebijakan yang di luar nalar. Sehingga lebih baik dana itu dipakai untuk hal yang lebih penting lagi.
"Inilah kalau menteri tak punya background yang jelas di bidang pariwisata," ucapnya.
Jerry melihat jika wisatawan Jepang senangnya pergi ke goa-goa mereka kurang terlalu berminat akan objek wisata beach (pantai). Begitu pula orang Amerika dan Eropa lebih suka di pantai atau danau. Bahkan hobby mereka selain selancar diving (selam). (Baca juga: Wamen Angela Dorong Peran Milenial dalam Pengembangan Pariwisata dan Ekraf ).
"Kita perlu optimalkan itu. Coba bikin lomba layang-layang internasional disponsori Kementerian Pariwisata maka akan menambah devisa bagi negara," pungkas dia.
"Di saat negara lagi financial crisis atau krisis keuangan masih ada saja ide irasional," ujar Jerry saat dihubungi SINDOnews, Rabu (26/2/2020). (Baca juga: Gaet Wisatawan Asing Pakai Influencer, Pemerintah Anggarkan Rp72 Miliar )
Sebaliknya, kata Jerry, upaya pemerintah ini dianggap pelecehan terhadap para 'tour guide' di lokasi-lokasi wisata. Menurutnya, justru mereka perlu berikan atensi yang lebih untuk menarik wisatawan ke Tanah Air.
"Ada tidak undang-undangnya menggaet wisatawan asing? Lebih baik buka class room bahasa Indonesia agar mereka bisa diajari bahasa dan budaya kita itu yang lebih baik. Ketimbang pakai influencer," tuturnya.
Jerry melihat akhir-akhir ini muncul gagasan, ide dan kebijakan yang di luar nalar. Sehingga lebih baik dana itu dipakai untuk hal yang lebih penting lagi.
"Inilah kalau menteri tak punya background yang jelas di bidang pariwisata," ucapnya.
Jerry melihat jika wisatawan Jepang senangnya pergi ke goa-goa mereka kurang terlalu berminat akan objek wisata beach (pantai). Begitu pula orang Amerika dan Eropa lebih suka di pantai atau danau. Bahkan hobby mereka selain selancar diving (selam). (Baca juga: Wamen Angela Dorong Peran Milenial dalam Pengembangan Pariwisata dan Ekraf ).
"Kita perlu optimalkan itu. Coba bikin lomba layang-layang internasional disponsori Kementerian Pariwisata maka akan menambah devisa bagi negara," pungkas dia.
(kri)