DPR Minta Pemerintah Cepat Evakuasi ABK Diamond Princess

Selasa, 25 Februari 2020 - 17:11 WIB
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Cepat Evakuasi ABK Diamond Princess
A A A
JAKARTA - Pemerintah didesak untuk bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess yang saat ini tertahan di Yokohama, Jepang karena kasus virus Corona.

Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengatakan persoalan virus Corona menjadi salah satu perhatian Komisi I dan sudah dilakukan rapat gabungan dengan Pangliman TNI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bagaimana memastikan bisa memulangkan masyarakat Indonesia yang terjebak di daerah-daerah yang terdampak virus Corona bisa balik ke Indonesia dengan cepat.

"Terkait yang di kapal Jepang ini, memang pertama harus kita katakan bahwa untuk mencari datanya susah, siapa yang ada di kapal sana? ada satu dari Pandeglang dari dapil saya, terdeteksi ada di kapal tersebut. Kita mendorong pemerintah, apakah itu melalui penerbangan atau seperti apa, itu bisa memulangkan dia balik ke Tanah Air dan dikarantina di Tanah Air, darpiada kita diamkan di sana," ujar Rizki di sela diskusi bertema "Menakar Kinerja DPR RI 2020" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Politikus Partai Demokrat ini mengatakan banyak keluarga yang tidak tahu apakah keluarganya ada di kapal tersebut atau tidak. Sebab, banyak WNI yang menjadi ABK di sejumlah kapal asing.

"Seharusnya pemerintah bisa mendeteksi dan menyebarkan informasi ini kepada publik sehingga publik tahu siapa yang terjebak, bagaimana cara mengontaknya, bagaimana komunikasi yang dijalin, apakah terkena atau tidak terkena virus? Dan ini merupakan terobosan atau langkah-langkah yang kita harapkan dari pemerintah saat ini. Ke depan ya bisa dijemput dan dibawa balik ke Indonesia secara cepat," tegasnya.

Diakui Rizki, masalah ini menjadi pembahasan di Komisi I dengan Kemlu karena menyangkut dengan diplomasi bersama negara-negara yang menjadi stakeholder. "Nah apakah kita pakai kapal atau apa, poin pentingnya WNI harus segera dipulangkan ke Tanah Air secara cepat dan selamat," tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda...
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda Corona Berakhir, Harus Ada Strategi Jitu
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Marbot Masjid Padang...
Marbot Masjid Padang Pariaman Bahagia Dapat Sembako dari Anggota DPR Ini
Gelar Diskusi Virtual,...
Gelar Diskusi Virtual, Puan Ajak Parlemen Internasional Lawan Corona
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
Reaksi M Nasir kepada...
Reaksi M Nasir kepada Salah Satu Direktur BUMN Dinilai Tak Tepat
Berita Terkini
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved