Kontroversi Kepala BPIP dari Cadar hingga Salam Pancasila

Minggu, 23 Februari 2020 - 12:56 WIB
Kontroversi Kepala BPIP...
Kontroversi Kepala BPIP dari Cadar hingga Salam Pancasila
A A A
JAKARTA - Beberapa pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menimbulkan kontroversi dan menjadi perbincangan masyarakat, seperti masalah cadar.

Yudian sempat membuat kebijakan melarang penggunaan cadar bagi mahasiswi di UIN Sunan Kalijaga. Dia mengeluarkan surat keputusan B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 perihal pembinaan mahasiswi bercadar tertanggal 20 Februari 2018.

(Baca juga: Larang Mahasiswinya Bercadar, Ini Kata Rektor UIN Yogyakarta)

Menurut Yudian, hadirnya UIN sebagai kampus yang Islam moderat, berkeadilan, atau Islam Nusantara menitikberatkan kepada cinta Tanah Air. Menurutnya, kehadiran mahasiswa bercadar yang mempresentasikan HTI adalah bentuk penghianatan.

“Apa yang mereka lakukan hari ini bisa dikatakan tersesat sebagai ideologi politik. Jika betul meminta kilafah ini kudeta, pemberontakan,” terangnya.

Pernyataan kontroversi kedua adalah agama musuh terbesar Pancasila. "Musuh Pancasila paling besar itu apa sih? Jujur, musuh terbesar Pancasila itu adalah agama," kata Yudian dalam sesi wawancara itu, Rabu (12/2/2020).

(Baca juga: Di Hadapan DPR, Yudian Jelaskan Soal Pernyataan Agama Musuh Pancasila)

Yudian menegaskan, yang dimaksud agama menjadi musuh Pancasila jika salah mengelola. Dia mencoba menjelaskan dengan menggunakan hukum kebendaan bahwa jika bangsa dan negara ini tidak bisa mengelola apapun itu maka bisa terjadi laknat agama dan itu merupakan hukum Allah.

"Itu yang sedang saya ingatkan, sebaiknya bangsa ini kembali ke konsensus ini maksud saya awalnya begini. Sebab jika tidak kita kelola dengan baik ini akan menjadi laknat, itu maksudnya agama jadi musuh kalau ada orang-orang bergama menggunakan agama secara sepihak secara ekstrim," ucapnya.

"Ini menjadi musuh ini yang dimaksudkan. Jadi tujuan saya ke sana sebenernya, dipotong oleh Detik (nama media daring) dengan judul itu," tambahnya.

Kontroversi ketiga yang dilontarkan Yudian adalah dengan salam Pancasila. Salam Pancasila dengan tangan hormat tegak menyamping.
(maf)
Berita Terkait
BPIP Gaungkan Moderasi...
BPIP Gaungkan Moderasi Beragama dan Kerukunan di IAIN Curup
Desa Sindang Jati Raih...
Desa Sindang Jati Raih Penghargaan dari BPIP RI
Gelar Pembinaan Ideologi...
Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP Luncurkan Virtual Expo 2025 di UI Depok
Presiden Tegaskan Kedudukan...
Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma IPTEK
BPIP Beri Penghargaan...
BPIP Beri Penghargaan Desa Moderasi Beragama dan Kebangsaan
Sigma Pancasila, Wapres...
Sigma Pancasila, Wapres Ingatkan 4 Bingkai Pemersatu Umat Beragama
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved