UEA Bangun Pariwisata di Aceh, Jokowi Berangkatkan Tim ke Abu Dhabi

Minggu, 23 Februari 2020 - 05:00 WIB
UEA Bangun Pariwisata...
UEA Bangun Pariwisata di Aceh, Jokowi Berangkatkan Tim ke Abu Dhabi
A A A
ACEH - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah memerintahkan menterinya untuk menyiapkan tim terkait rencana Uni Emirat Arab (UEA) yang ingin membangun bisnis properti dan industri kepariwisataan di Aceh. (Baca juga: Kemiskinan Masih Tinggi, Jokowi Pertanyakan Dana Otsus Aceh Rp8 Triliun)

"UEA yang ingin membangun properti dan kepariwisataan di Provinsi Aceh, oleh sebab itu saya telah memerintahkan menteri untuk menyiapkan tim untuk berangkat bersama-sama di Maret awal dengan gubernur dan timnya bertemu langsung dengan Syech Muhammed bin Zayed Al Nayan di Abu Dhabi," ujar Jokowi saat menghadiri Kenduri Kebangsaan di Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2/2020).

Jokowi mengatakan, Presiden UEA Syech Muhammaed bin Zayed Al Nayan telah menyatakan secara langsung keinginannya untuk membawa arus modal ke Provinsi Aceh. Namun, menurut Jokowi untuk meyakinkan orang mau berinvestasi di Indonesia juga bukan perkara mudah.

”Tolong kepada Pak Gubernur diberikan back up data, back up penyampaian yang baik, presentasi yang baik sehingga mereka yakin betul karena beliau ini adalah masuk orang yang memiliki kekayaan yang tidak bisa dihitung, USD1,4 triliun, bukan rupiah. Silakan dihitung sendiri kekayaannya berapa," katanya.

Dikatakan Jokowi, saat ini semua negara berebut investasi karena semakin banyak arus investasi maka pertumbuhan ekonomi sebuah negara akan semakin baik. ”Begitu juga untuk provinsi, kabupaten, kota, begitu banyak investasi, arus modal masuk maka masyarakatnya akan sejahtera. Posisi negara kita secara GDP nominal di rangking 16. Kita masuk G-20 negara ekonomi maju," katanya.

Artinya, Indonesia memiliki masa depan, namun juga banyak tantangan yang harus diselesaikan. "Kita berada pada persaingan, kompetisi yang sangat kuat," katanya.

Karena itu, dirinya mendorong agar investasi arus modal masuk ke Aceh. Oleh sebab itu, Jokowi mengajak rakyat Aceh dan juga pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk bersama-sama bersatu, menyelesaikan persoalan-persoalan dan tantangan-tantangan yang ada di bumi Aceh.

"Kalau ada persoalan yang kecil jangan dibesar-besarkan. Kalau ada persoalan yang bisa diselesaikan, cepat selesaikan. Kalau ada persoalan besar yang harus diselesaikan mari duduk bersama-sama selesaikan masalah itu. Pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat," tuturnya.

Diketahui, pada pertengahan Januari 2020 lalu, Jokowi berkunjung ke UEA dan mendapatkan sambutan meriah dari Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammaed Bin Zayed. Jokowi juga menandatangani lima perjanjian kedua negara. Termasuk 11 perjanjian investasi senilai USD22,8 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.
(cip)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved