Jokowi Ingin Secepatnya Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Jum'at, 21 Februari 2020 - 16:48 WIB
Jokowi Ingin Secepatnya...
Jokowi Ingin Secepatnya Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan secepatnya melakukan evakuasi terhadap 74 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess yang telah dinyatakan sehat dan terbebas dari virus Corona.

”Saya kira secepatnya, karena ini juga masih proses diplomasi Indonesia dan Jepang untuk kita minta ini, minta ini, tetapi di sana masih belum menjawabnya,” tutur Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau pembibitan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (21/2/2020) seperti dikutip dari setkab.go.id. (Baca juga: Virus Corona Membunuh 1.770 Orang, Para Pakar Dunia Kumpul di China )

Dia berharap segera ada keputusan mengenai permaslahan ini sehingga bisa langsung memutuskan. ”Ya, ini dalam proses persiapan tapi belum kita putuskan. Kapal rumah sakit juga kita siapkan tetapi urusan yang berkaitan dengan tempat belum diputuskan,” tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Semua persiapan, lanjut Presiden, dilakukan termasuk memutuskan apakah nanti dievakuasi dengan kapal ke rumah sakit langsung atau evakuasi dengan pesawat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir menjelaskan ada beberapa pilihan atau opsi evakuasi yang masih akan dipertimbangkan dan menunggu arahan Presiden.

Di antaranya, menjemput dengan kapal dr Soeharso dari TNI AL atau melalui jalur udara dengan sudah memperhitungkan dari segi efisiensi dan efektivitasnya.

“Saya belum bisa sampaikan itu secara detail, nanti tunggu kita sampaikan dulu ke Pak Presiden. Kalau sudah ada arahan Pak Presiden akan saya sampaikan yang lebih lengkap,” ujar Muhadjir usai rapat tingkat menteri terkait hal tersebut di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

Meski demikian, sambung Muhadjir, pemerintah telah berkomitmen kuat untuk sesegera mungkin melakukan evakuasi terhadap para awak kapal tersebut. Bahkan proses selanjutnya akan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Prosedurnya sesuai seperti yang kemarin yang telah ditetapkan oleh WHO. Tapi semuanya masih dalam opsional, menunggu arahan Pak Presiden,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Soal Stafsus Andi Taufan,...
Soal Stafsus Andi Taufan, Boni Hargens: Istana Perlu Bersih-bersih
Pandemi Covid-19, Presiden...
Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi Meminta Jajarannya Optimistis
Jokowi: Pemda yang Belum...
Jokowi: Pemda yang Belum Anggarkan Penanganan COVID-19 Harus Ditegur
Menantu Presiden Jokowi...
Menantu Presiden Jokowi Bagikan Nasi Kotak kepada Driver Ojol di Medan
Presiden Mengajak Masyarakat...
Presiden Mengajak Masyarakat Tetap Optimistis Hadapi Covid-19
ICW Mendesak Presiden...
ICW Mendesak Presiden Jokowi Pecat Stafsus Andi Taufan
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved