Pemerintah Pertimbangkan untuk Evakuasi WNI di Kapal Pesiar

Kamis, 20 Februari 2020 - 15:44 WIB
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan untuk Evakuasi WNI di Kapal Pesiar
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi mengatakan, telah menyampaikan opsi terkait evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di kapal pesiar Diamond Princess kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(Baca juga: 4 Positif Corona, Pemerintah Terus Pantau 78 WNI di Kapal Pesiar)

Opsi-opsi evakuasi disampaikan Muhadjir bersama Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Menteri Sekretaris Negara, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

"Kita sudah sampaikan opsi ke Bapak Presiden. Dan Presiden akan pertimbangkan 1-2 hari ini. Keputusan di tangan beliau," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/2/2020).

"Saya yakin Presiden akan mempertimbangkan dengan jernih seperti pengalaman saat kita bimbang evakuasi dari Wuhan. Beliaulah yang membuat keputusan terakhir dan kita lakukan alhamdulilah dilakukan dengan baik," tambahnya.

Seperti diketahui sebanyak 78 WNI tertahan di atas kapal Diamond Princess. Dimana 4 orang dia di antaranya positif terjangkit virus korona. Muhadjir mengatakan, yang akan dievakuasi adalah WNI yang tidak positif corona.

"Kalau yang sakit tidak boleh dievakuasi. Kan harus dirawat di sana," ungkapnya.

Dia menyebutkan, proses evakuasi pun akan berbeda dengan WNI dari Wuhan sebelumnya. Namun dia memastikan, jika diputuskan melakukan evakuasi maka WNI dari kapal pesiar tersebut akan menjalani masa observasi.

"Sehat dalam tanda petik. Artinya tetap harus ada observasi. Bahkan mungkin akan beda perlakuannya dibanding Wuhan, karena dia berada di kapal bukan di daratan kan," tuturnya.

Ditanyakan apakah akan diobservasi di Natuna, Muhadjir mengatakan, kemungkinan itu ada. Akan tetapi dia mengaku telah mengajukan beberapa opsi kepada Presiden.

"Tadi kami sudah mengajukan beberapa opsi kepada Bapak Presiden, dan masih akan dipertimbangkan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
803 Warga Indonesia...
803 Warga Indonesia di Luar Negeri Sembuh dari Infeksi Virus Corona
Kemlu Konfirmasi 536...
Kemlu Konfirmasi 536 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19
162 WNI di Luar Negeri...
162 WNI di Luar Negeri Sembuh dari Corona, Terbanyak di India
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Berita Terkini
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Prabowo Minta Aparat...
Prabowo Minta Aparat Introspeksi Diri: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved