Sertifikasi Mubaligh yang Digagas Kemenag Dinilai Zalim

Rabu, 19 Februari 2020 - 10:16 WIB
Sertifikasi Mubaligh...
Sertifikasi Mubaligh yang Digagas Kemenag Dinilai Zalim
A A A
JAKARTA - Program mubaligh bersertifikat yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) dikritik oleh Anggota Komisi VIII DPR, Iskan Qolba Lubis. Sebab, Iskan menilai pemerintah terkesan ingin mempersulit mubaligh untuk menyampaikan ceramah.

"Jadi pemerintah itu condong dzalim dan condong tidak adil. Saya kurang setuju kalau mubaligh bersertifikasi," ujar Iskan Qolba Lubis dihubungi SINDOnews, Rabu (19/2/2020). (Baca juga: Menag: Program Mubaligh Bersertifikat Dilaksanakan Sebelum Bulan Ramadan )

Karena, kata dia, program tersebut bisa disalahgunakan untuk memberikan sertifikat kepada para mubaligh yang hanya disukai oleh Kemenag. "Sekarang ini kondisinya belum pas," ucap Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara II ini mengatakan setiap mubaligh memiliki hak untuk menyampaikan dakwah atau ceramah sesuai dengan kemampuan masing-masing. "Itu kesannya pemerintah itu ingin mempersulit (Mubaligh-red), enggak setuju saya, jangan sampai Indonesia masuk ke negara diktator seperti Mesir lagi," tuturnya.

Selain itu, kata dia, program Kemenag itu juga tidak sesuai dengan UUD 1945 yang menjamin warga negara berpendapat. "Dai-dai itu selama dia melaksanakan tugas terminologi agama dia enggak boleh dipersulit," katanya.

Menurut dia, seharusnya program itu dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mubaligh dan bukan sertifikat yang dikeluarkan. Dia mengatakan, sertifikat itu untuk profesi seperti guru atau dokter.

"Begitu dia selesai pelatihan kasih bukti pelatihan saja, jadi sifatnya negara itu membantu meningkatkan kapasitasnya," imbuhnya.
(kri)
Berita Terkait
Nilai IKPA Kemenag Meningkat,...
Nilai IKPA Kemenag Meningkat, Sekretaris Itjen Sebut Pengawasan Jadi Kunci
Sekjen Kemenag Bicara...
Sekjen Kemenag Bicara Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN
Kemenag Target PTKI...
Kemenag Target PTKI Tahun Ini Gelar Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, Apa Itu?
Capai Target 10 Juta,...
Capai Target 10 Juta, Kemenag Revitalisasi Unit Percetakan Al-Qur'an
PaRD Leadership Meeting...
PaRD Leadership Meeting 2025 Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global
Menag Nasaruddin Minta...
Menag Nasaruddin Minta Itjen Cegah Terjadinya Kebocoran dan Pelanggaran
Berita Terkini
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved