Langkah Pemerintah Tak Pulangkan Eks ISIS Sesuai Arahan PBNU

Rabu, 12 Februari 2020 - 06:14 WIB
Langkah Pemerintah Tak...
Langkah Pemerintah Tak Pulangkan Eks ISIS Sesuai Arahan PBNU
A A A
BOGOR - Pemerintah telah mengambil keputusan untuk tidak memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Hal ini diputuskan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) rapat bersama jajaran menterinya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Keputusan pemerintah ini sejalan dengan keinginan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar pemerintah tidak memulangkan eks ISIS ke Indonesia. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, PBNU tegas menolak pemulangan kombatan ISIS. Hal itu pula yang disampaikan Said Aqil ketika menerima kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

”Saya memberi masukan dengan tegas kami PBNU menolak pemulangan kombatan ISIS ini. Mereka atas kemauannya sendiri, setelah datang ke sana mereka ramai-ramai datang bakar paspor, mengatakan ini paspor negara thogut dengan mengatakan ‘saya akan berjuang untuk Islam. Nanti kalau saya menang saya akan bunuh Sukarman, Moeldoko, Banser’. Begitu ada dalam video itu kan,” ujar Said Aqil.

Menurutnya, di dalam Alquran dijelaskan bahwa di zaman Nabi Muhammad SAW, orang-orang yang bikin gaduh, fitnah, dan teror harus diusir dari Kota Madinah agar tidak sampai mengganggu keselamatan, ketenangan, dan keamanan warga negara setempat. ”Oleh karena itu kenapa kita bicara pemulangan 600 orang kalau mengganggu kenyamanan, ketenangan jutaan orang di Indonesia. Kenapa kita harus mikirin 600 orang kalau akan mengganggu ketenangan dan menjadikan gaduh di tengah masyarakat,” terangnya.

Said Aqil menjelaskan pertemuannya dengan Retno Marsudi selain untuk menjalin silaturrahmi, juga untuk berdiskusi membicarakan soal wacana WNI yang saat ini ada di kamp pengungsi ISIS yang ada di Suriah. ”Beliau Ibu Menteri meminta masukan kepada PBNU. Selama ini pemerintah belum meminta pendapat ya kita hari ini melakukan sharing pendapat,” katanya.

Menurutnya, ISIS telah menganggap sebagai negara, meskipun belum diakui dunia. Karena itu, ketika ada WNI yang bergabung dengan ISIS maka mereka otomatis sudah melepaskan diri dari kewarganegaraan Indonesia.

”Saya kira tidak ada salahnya lah kalau pemerintah menolak mereka,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Pengurus Besar Nahdlatul...
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Mengecam Keras Tindakan Aparat Kepolisian Israel
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
AD/ART dan Kharisma...
AD/ART dan Kharisma Kiai: Merawat Keseimbangan dalam Organisasi Pendidikan Islam
Visi Nahdlatul Ulama...
Visi Nahdlatul Ulama Abad Kedua
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
PBNU Minta Maaf Terkait...
PBNU Minta Maaf Terkait 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel
Berita Terkini
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved