Pemerintah Putuskan Tak Pulangkan WNI Eks ISIS

Selasa, 11 Februari 2020 - 17:53 WIB
Pemerintah Putuskan...
Pemerintah Putuskan Tak Pulangkan WNI Eks ISIS
A A A
BOGOR - Pemerintah telah mengambil keputusan untuk tidak memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Hal ini diputuskan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) rapat bersama jajaran menterinya.

(Baca juga: Pemulangan WNI Eks ISIS akan Merepotkan Keamanan Negara)

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, keputusan ini diambil untuk menjaga rasa aman rakyat Indonesia.

"Keputusan rapat tadi, pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari ancaman teroris dan virus-virus baru teroris terhadap 267 juta rakyat Indonesia," kata Mahfud MD di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

"Karena kalau FTF (foreign terorits figthers) ini pulang, ini bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat yang 260 juta itu tidak aman. Sehingga pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF ke Indonesia," tambahnya.

Namun begitu pemerintah tetap akan menghimpun data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas WNI yang bergabung dengan ISIS. Menurutnya berdasarkan data CIA, sebanyak 689 WNI tergabung ISIS.

“Berdasarkan data dari CIA, 689 orang. 228 ada identitas dan teridentifikasi. Sisanya 401 tidak teridentifikasi lengkap identitasnya. Sementara dari ICRP ada 185 orang. Mungkin 185 orang itu sudah jadi bagian dari 689 dari CIA,” ungkapnya.

Ditanyakan apakah anak-anak juga yang termasuk WNI tak dipulangkan, Mahfud mengatakan bahwa anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan. Namun begitu harus dilihat kasus per kasus.

"Ya lihat saja apakah anak itu di sana ada orang tuanya atau tidak. Anak-anak yatim piatu yang orang tuanya sudah tidak ada," tuturnya.

Terkait status WNI apakah tetap diakui negara atau tidak, Mahfud enggan berkomentar. Dia hanya menegaskan tidak akan memulangkan WNI eks ISIS.

"Kita ndak bicara itu. Pokoknya tidak pulang karena maksudnya untuk menjamin rasa aman seluruh rakyat yg ada di sini. Kan tidak aman kalau ada teroris dipulangkan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
Mengapa ISIS Tidak Berani...
Mengapa ISIS Tidak Berani Menyerang Israel? Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved