Usai Diperiksa KPK, Wahyu: Saya Tak Kenal Harun, tapi Kenal Hasto

Rabu, 05 Februari 2020 - 18:51 WIB
Usai Diperiksa KPK,...
Usai Diperiksa KPK, Wahyu: Saya Tak Kenal Harun, tapi Kenal Hasto
A A A
JAKARTA - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan memenuhi pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sebagai saksi untuk tersangka mantan Caleg PDIP Harun Masiku. Wahyu sendiri sudah ditetapkan tersangka oleh KPK bersama Harun dalam kasus suap terkait pemulusan pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR.

"Hari ini saya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Harun Masiku. Saya ditanya banyak sekali terkait apakah saya kenal dengan Pak Harun atau tidak, kenal dengan Pak Hasto atau tidak," ujar Wahyu usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2/2020). (Baca juga: Penyidik KPK Dipulangkan, BW: Harun Masiku Bakal Terpingkal-pingkal )

Wahyu mengaku tidak mengenal Harun Masiku yang hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya. Bahkan, Wahyu menyebut lebih mengenal Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dibanding Harun.

"Ya, saya jawab apa adanya bahwa saya tidak kenal Pak Harun Masiku dan saya mengenal Pak Hasto," ungkapnya.

Selain mengaku tidak kenal, mantan Komisioner KPU itupun menegaskan tidak pernah bertemu dengan Harun Masiku. "Tidak kenal (Harun Masiku)," ucapnya.

"Tidak pernah ketemu (Harun Masiku) juga," tambahnya.

Wahyu juga mengakui dicecar sebanyak puluhan pertanyaan oleh penyidik lembaga antikorupsi itu. "Ada 20 pertanyaan tapi intinya itu," tuturnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR RI Terpilih tahun 2019-2024. Selain Wahyu, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni sebagai penerima mantan Anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan Wahyu yakni Agustiani Tio Fridelina, dan sebagai pihak pemberi mantan Caleg PDIP Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful. (Baca juga: PDIP: Kalau Ada Media Tahu di Mana Harun Masiku, Ditunjukkan Saja )

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada Caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.
(kri)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved