Gelar FGD, Dokter Umum Indonesia Kritisi Program JKN

Rabu, 29 Januari 2020 - 21:16 WIB
Gelar FGD, Dokter Umum...
Gelar FGD, Dokter Umum Indonesia Kritisi Program JKN
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Revitalisasi Pelayanan Kesehatan Tingkat Primer Untuk Penguatan Upaya Kesehatan Promotif dan Preventif di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Pembahasan FGD menitikberatkan pada peran dan fungsi dalam mengedukasi kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, dr Ede Suryadarmawan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, seharusnya tindakan promotif dan preventif dapat menangani seluruh penduduk dan tanpa harus sakit terlebih dahulu.

"Artinya semua orang perlu dapat dan itu adalah tugas pemerintah. Negara mesti hadir, nah negara hadir berarti negara bisa membiayai, itulah yang disebut dengan public health, artinya urusan kesehatan dimana instansi publik mesti hadir," kata dr Ende di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Menurut dia, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah menyalahi aturan karena telah berbenturan antara Faskes Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan puskesmas itu sendiri.

"Nah itu kalau di puskesmas programnya memang udah banyak upaya kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan perorangan itu adalah orang sakit. Kita udah punya sistem namanya jaminan kesehatan nasional dengan program JKN nya. Nah di sini di FKTP jadi berbenturan, karena disisi lain dana dari kapitasi puskesmas kita ambil enam kali, sementara upaya kesehatan masyarakat hanya seperenamnya," ujar dr Ende.

Dia menambahkan, persoalan muncul karena staf puskesmas habis waktunya mengurusi pelayanan orang sakit. Padahal yang mesti dilayani adalah orang sehat, supaya tercegah dan kesehatan meningkat.

"Dokter berperan ganda. Sekarang sarjana kesehatan masyarakat sudah banyak dengan demikian pekerjaan itu bisa diambil alih oleh sarjana kesehatan masyarakat atau pegiat kesehatam masyarakat atau teman teman non-dokter. Sementara dokter fokus di pelayanan, itu untuk di perkotaan," kata dr Ende.

Hadir dalam acara tersebut narasumber yang kompte dibidang kesehatan di antaranya Ketua IAKMI dr Ende Suryadarmawan, Ketua Umum PB IDI dr Daeng M.Faqih, Komisi IX DPR dr Suir Syam, Ketua KKI dr Bambang Supriyatno, Ketua AIPKI dr Budu dan perwakilan Ditjen Pelayanan Kesehatan dr Upik.
(dam)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved