Di Depan Jokowi, Ketua MK: Masih Ada yang Tidak Patuhi Putusan MK

Selasa, 28 Januari 2020 - 13:43 WIB
Di Depan Jokowi, Ketua...
Di Depan Jokowi, Ketua MK: Masih Ada yang Tidak Patuhi Putusan MK
A A A
JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menyebut hasil penelitian tiga dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti pada tahun 2019 ketika bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan penelitian dengan judul “Constitutional Compliance Atas Putusan Pengujian Undang-Undang Di Mahkamah Konstitusi oleh Adressat Putusan” bertujuan mencari kebenaran ilmiah terkait dengan tingkat kepatuhan adressat putusan terhadap 109 Putusan MK pada kurun waktu 2013-2018.

“Temuannya mayoritas dipatuhi seluruhnya, yaitu sebanyak 59 putusan atau sebesar 54,12%. Sebanyak 6 atau 5,50% dipatuhi sebagian. Sebanyak 24 atau 22,01% tidak dipatuhi. Lalu sisanya 20 putusan atau 18,34% belum dapat diidentifikasi secara jelas dengan berbagai alasan,” ujarnya di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, Selasa (28/1/2020). (Baca juga: Berkunjung ke MK, Jokowi: Kita Mengalami Obesitas Regulasi )

Anwar mengaku tertarik dengan adanya temuan 24 putusan MK yang tidak dipatuhi. Menurutnya adanya hal ini menimbulkan pertanyaan bagi.

“Saya tidak ingin membahas hasil penelitian tersebut, akan tetapi menjumpai angka 22,01% dari 109 putusan tidak dipatuhi seluruhnya. Ini jelas mengundang tanda tanya besar. Temuan itu bukan saja penting bagi MK, akan tetapi juga patut menjadi perhatian kita bersama,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa kepatuhan terhadap putusan mencerminkan kedewasaan dan kematangan sebuah negara. Apalagi negara yang menahbiskan diri sebagai negara hukum demokratis, sekaligus negara demokrasi berdasarkan hukum.

Sebaliknya, ketidakpatuhan terhadap Putusan MK selain bertentangan dengan doktrin negara hukum juga bentuk pembangkangan terhadap konstitusi. (Baca juga: MK Ungkap Dua Undang-undang yang Paling Banyak Digugat )

“Betapapun konstitusi merupakan hukum dasar tertinggi dalam bernegara, ia tidak akan berarti apa-apa, manakala tidak ditegakkan dan ditaati. Jika demikian faktanya, negara hukum yang kita cita-citakan masih menjumpai tantangan berat. Sejarah di berbagai belahan dunia sejak zaman dahulu membuktikan, manakala konstitusi tidak diindahkan, maka menjadi awal runtuhnya sebuah bangsa,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Polemik MK, Pengamat...
Polemik MK, Pengamat Sebut Ini Bisa Jadi Pelajaran Penting Presiden Jokowi
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Presiden Jokowi Saksikan...
Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Arsul Sani sebagai Hakim Konstitusi
Jokowi Akui Pemerintah...
Jokowi Akui Pemerintah Tak Selamanya Sependapat dengan Putusan MK
MK Diminta Hadirkan...
MK Diminta Hadirkan Presiden Jokowi di Sidang Sengketa Pilpres 2024
Ketua MK Anwar Usman...
Ketua MK Anwar Usman Jawab Desakan Mundur karena Nikahi Adik Jokowi
Berita Terkini
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved