Rencana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg Disinggung di Paripurna DPR

Rabu, 22 Januari 2020 - 15:42 WIB
Rencana Pencabutan Subsidi...
Rencana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg Disinggung di Paripurna DPR
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah mencabut subsidi gas elpiji 3 kg dikritik oleh Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade dalam interupsinya di Rapat Paripurna kedelapan DPR RI masa persidangan II tahun sidang 2019-2020, hari ini. Sebab, kata dia, pembahasan terkait pengaturan ulang atas pemberian subsidi harus melibatkan banyak pemikiran dan instansi, termasuk DPR.

Legislator asal Dapil Sumatera Barat I ini mengatakan pemerintah dan DPR telah menyepakati anggaran subsidi gas 3 kg dan sudah disahkan bersama di Rapat Paripurna. (Baca juga: PKS: Pak Jokowi, Tolong Jangan Lagi Bebani Rakyat dengan Kenaikan Harga )

"Karena itu pemerintah tidak bisa secara sepihak mengubahnya, karena itu berpotensi melanggar undang - undang (UU)," ujar Andre Rosiade di ruang rapat paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Anggota Komisi VI DPR RI ini pun mendesak Pimpinan DPR mengirimkan surat ke pemerintah, meminta rencana pencabutan subsidi gas elpiji 3 kg itu dibatalkan. "Sebab kebijakan yang akan diputuskan apalagi berdampak ekonomi sosial rakyat harus diperhitungkan secara cermat. Pemerintah harus menghentikan wacana ini dulu," jelasnya.

Dia mengungkapkan walaupun pemerintah belum mencabut subsidi itu namun beberapa wilayah di Indonesia telah terjadi kenaikan harga gas elpiji 3 kg. Andre menuturkan, kenaikan itu sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000.

Andre memberikan contoh di daerah Agam, Sumatera Barat, Medan, dan Deli Serdang, harga gas elpiji 3 kg sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000. "Skema distribusi tertutup juga patut dikritisi. Tentu harus diingat pada awal migrasi minyak tanah ke gas 2004, distribusi saat itu tertutup. Saat itu pemerintah menerbitkan kartu kendali," terangnya. (Baca juga: Fadli Zon Sebut Pencabutan Subsidi Elpiji Menyengsarakan Rakyat )

Akan tetapi, kata dia, kartu kendali untuk pembelian gas elpiji 3 kg tidak berfungsi, sehingga distribusi menjadi bersifat terbuka. "Artinya siapapun bisa dan boleh membeli. Dalam kondisi itu banyak elpiji 12 kg jadi 3 kg. Pengguna turun kelas menurut YLKI mencapai 15 - 20 persen. Akibatnya subsidi gas 3 kg tidak tepat sasaran karena orang mampu banyak yang membeli," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Daftar Lengkap Kenaikan...
Daftar Lengkap Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Seluruh Indonesia
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg: Pemerintah Hanya Jamin Gas Subsidi
Intip Polemik Kenaikan...
Intip Polemik Kenaikan Harga BBM
Jelang Lebaran, Disdagkoperin...
Jelang Lebaran, Disdagkoperin Antisipasi Kenaikan Permintaan Elpiji 3 Kg
Berita Terkini
Keponakan Bupati Muara...
Keponakan Bupati Muara Enim Ikut Jadi Tersangka dalam OTT KPK
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved