Demokrat Sebut Kewajiban Produk Halal Tak Perlu Dihapus di Omnibus Law

Selasa, 21 Januari 2020 - 15:51 WIB
Demokrat Sebut Kewajiban...
Demokrat Sebut Kewajiban Produk Halal Tak Perlu Dihapus di Omnibus Law
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat mengaku belum membaca draf Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang menghapus kewajiban produk bersertifikasi halal. Namun, Demokrat berpandangan bahwa sebaiknya ketentuan itu tidak perlu dihapus.

“Begini itu kan, itu saya sudah cek di Komisi 8 draf-nya belum masuk, kita belum tahu nih pasalnya apa saja yang diusulkan, pasal-pasalnya kaya gimana. Nanti kalau sudah masuk kita pelajari dulu,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). (Baca juga: PPP Keberatan Ketentuan Produk Bersertifikat Halal Bakal Dihapus )

Menurut Syarief, kalau memang ketentuan-ketentuan dalam omnibus law tersebut bertujuan untuk kepentingan, kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat maka perlu didukung. Tapi, pihaknya perlu membaca terlebih dulu draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut.

“Tapi intinya jika itu untuk kepentingan rakyat, kemaslahatan rakyat, mensejahterakan rakyat itu perlu didukung, tapi sejauh mana harus kita lihat dulu,” jelasnya.

Namun, lanjut Syarief, ketentuan soal kewajiban produk bersertifikat halal itu tidak perlu dihapus. Demokrat akan mempelajari terlebih dahulu draf omnibus law yang dimaksud.

“Nah itu kita belum tahu, kalau yang seperti begitu (jaminan produk halal) memang tidak perlu dihapus, tapi kita belum tahu isinya, kita pelajari dulu, tunggu dulu lah dari pemerintah,” terang Syarief.

Wakil Ketua MPR ini berpandangan bahwa memang sebaiknya semua pihak menunggu terlebih dulu apa yang diusulkan oleh pemerintah. Ditambahkannya, pihaknya belum tahu apakah seperti apa sebenarnya usulan pemerintah itu. (Baca juga: Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Percepat Proses Sertifikasi Halal )

“Kita belum tahu apakah secara eksplisit itu ada atau tidak, kita jangan menduga duga dulu. Kita harus positif silakan dimasukkan nanti kita lihat poin-poin nya apa baru kita pelajari, baru kita menentukan sikap,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Syarat Mendaftarkan...
Syarat Mendaftarkan Sertifikasi Halal, Lengkap dengan Biaya yang Harus Disiapkan
Kewajiban Sertifikasi,...
Kewajiban Sertifikasi, BPJPH: Harus Cantumkan Keterangan Tidak Halal
Kepala BPJPH: Produk...
Kepala BPJPH: Produk Luar Negeri Wajib Memiliki Sertifikasi Halal
Tepis Klaim Mahalnya...
Tepis Klaim Mahalnya Sertifikasi Halal, Kepala BPJPH Buka-bukaan Soal Biayanya
Dipegang Kemenag, Biaya...
Dipegang Kemenag, Biaya Sertifikasi Halal Mulai dari Rp0 hingga Rp21 Juta
Penerbitan Sertifikasi...
Penerbitan Sertifikasi Halal Ribet, Banyak UMKM Bikin Logo Sendiri
Berita Terkini
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved