Bawaslu Keluhkan Ada Daerah Kurangi Anggaran Pengawasan Pilkada

Jum'at, 17 Januari 2020 - 20:03 WIB
Bawaslu Keluhkan Ada...
Bawaslu Keluhkan Ada Daerah Kurangi Anggaran Pengawasan Pilkada
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), M Abhan menyebut ada daerah yang melakukan pengurangan anggaran pengawasan pilkada dari yang telah disepakati dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). Padahal besaran NPHD sudah disepakati antara pemda dengan Bawaslu di daerah.

Hal ini disampaikan Abhan saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. “Maka kami meminta untuk dari Mendagri tetap menguatkan bahwa apa yang sudah menjadi NPHD itu untuk dilaksanakan. Tidak ada pengurangan. Karena kalau itu ada pengurangan tentu akan mempengaruhi terkait dengan pembiayaan pengawasan di kami,” ujzrnya di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Abhan menyebut setidaknya terdapat enam daerah yang mengurangi anggaran pengawasan pilkada. Enam daerah tersebut antara lain Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ilir, Mukomuko, Rejang Lebong, Purworejo dan Kota Baru. (Baca juga: Soal Netralitas ASN, Bawaslu Ingatkan Larangan Mutasi Jabatan Jelang Pilkada )

“(Alasannya) Iya ada keterbatasan anggaran,” tuturnya.

Namun, Abhan menyebut sudah ada diskusi dengan Kemendagri terkait solusi kekurangan anggaran tersebut. Salah satunya provinsi akan memberikan dukungan anggaran.

“Iya ada yang keterbatasan anggaran APBD. Tapi tadi sudah diskusi ada solusi insya Allah beberapa daerah akan disupport oleh APBD provinsinya. Mudah-mudahan itu menjadi cara penyelesaian di enam daerah itu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Syarifuddin mengakui telah mendapatkan laporan terkait ketidakkonsistenan daerah dalam penganggaran pilkada. Dimana jumlah yang disepakati di dalam NPHD berbeda dengan yang dianggarkan dalam APBD.

“KPU juga sempat melaporakan. Jadi menyikapi hal ini kami sudah menyiapkan surat untuk dikirim ke seluruh daerah pilkada bahwa daerah harus konsisten karena kan dasar penganggaran itu harus sesuai NPHD,” paparnya.

Dia menduga penyebab ketidakkonsistenan anggaran tersebut karena alotnya pembahasan APBD di DPRD. Pasalnya jika NPHD sudah ditandatangani maka eksekutif di daerah seharusnya sudah tahu kondisi anggarannya.

“Salah satu latar belakang dikurangi ini karena mungkin agar APBD diketok tepat waktu. NPHD kan sebelum pembahasan APBD. Dan itu kan antara pemda saja dengan penyelenggara. Nah setelah itu berubah karena agar APBD tidak belarut-larut,” katanya.

Syarifuddin pun meminta agar jajaran penyelenggara maupun pengawasan di daerah untuk tidak khawatir. Menurutnya saat ini penyelenggaran harus tetap berjalan sesuai tahapan. (Baca juga: Kemendagri Pastikan Mutasi Jelang Pilkada Bukan Mobilisasi Dukungan )

“Para penyelenggara tidak perlu risau. Secara prinsip anggaran pilkada siap. Pengalaman pilkada serentak kita sudah lama dan ini selalu terjadi. Tapi akhirnya selesai. Tidak ada daerah yang menunda pilkada karena anggaran tidak cukup,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
2.163 Pengawas TPS Pekalongan...
2.163 Pengawas TPS Pekalongan Siap Awasi Proses Pemilihan Bupati
Penundaan Pilkada Serentak...
Penundaan Pilkada Serentak pada Desember 2020 Dinilai Tak Efektif
Bawaslu Jatim Selidiki...
Bawaslu Jatim Selidiki Dugaan Keterlibatan Kepala Dindik Jatim di Pilkada Lamongan
Penundaan Pilkada 2020,...
Penundaan Pilkada 2020, Bawaslu Sebut September 2021 Lebih Aman
Launching Gerakan Jaga...
Launching Gerakan Jaga Pemilu, Sekjen Bawaslu: Pengawas Harus Fit
Bawaslu Usul Jatah Kampanye...
Bawaslu Usul Jatah Kampanye Pelanggar Protokol Kesehatan Dikurangi
Berita Terkini
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved