Diplomasi Dinilai Efektif Selesaikan Sengketa Natuna dengan China

Kamis, 09 Januari 2020 - 19:47 WIB
Diplomasi Dinilai Efektif...
Diplomasi Dinilai Efektif Selesaikan Sengketa Natuna dengan China
A A A
JAKARTA - Diplomasi dianggap jalur yang tepat untuk masalah sengketa perbatasan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara dengan China.

(Baca juga: Antisipasi China, Patroli Laut Diminta Diintensifkan di Natuna)

Hal tersebut menurut Direktur Imparsial Al Araf dan Peneliti Centre of Strategic and International Studies (CSIS) Evan A Laksmana.

"Dalam situasi peta seperti ini, lantas bagaimana Indonesia menyikapi persoalan Natuna ini? Memang pilihan realistis pasti jalan diplomasi," ujar Al Araf dalam diskusi Legal Update bertajuk Jalan Keluar Sengketa Natuna di Resto Tjikini 5, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

"Tapi bagaimana membangun jalan diplomasi yang lebih efektif dan lebih tegas dalam menyikapi persoalan ini," tambahnya.

Ketua Hubungan Kelembagaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) ini mengaku, kurang setuju dengan rencana pemerintah mengirim 120 nelayan dari Pantai Utara (Pantura) ke ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara.

"Bukan tidak setuju. Maksud saya, lebih setuju kalau dalam penyelesaian persoalan seperti ini yang harusnya dibangun adalah bagaimana pemerintah memastikan pembangunan ekonomi sosial budaya Natuna," katanya.

Sebab kata dia, seringkali diskursus mengenai masalah perbatasan wilayah hanya pada dua level, kapasitas pertahanan dan hubungan luar negeri.

"Jadi, memang dalam konteks ini pilihan paling tepat adalah diplomasi, tapi tidak bisa melupakan aspek sosial budaya dan penguatan pertahanan," tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh Peneliti Centre of Strategic and International Studies (CSIS) Evan A Laksmana. "Buat saya, solusinya ada di diplomasi," kata Evan dalam kesempatan sama.

Menurut Evan, pemerintah Indonesia masih kurang mempertimbangkan opsi-opsi diplomatik. "Sampai saat ini opsi-opsi di luar nota protes kita belum bahas, seperti misalnya Kapal Coast Guard China enggak keluar dari ZEE kita," ungkapnya.

"Atau enggak ada jaminan mengulangi lagi, kita bisa recall (tarik-red) Dubes kita di Beijing. Kalau tidak ada jaminan, bisa ditingkatkan lagi, apakah kita perlu review existing cooperation (kerja sama-red) kita dengan China," sambungnya.
(maf)
Berita Terkait
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Gelombang Tenang Menyimpan...
Gelombang Tenang Menyimpan Ancaman: Konflik Laut China Selatan dan Kedaulatan Indonesia
Lomba Menulis ISDS Bertema...
Lomba Menulis ISDS Bertema Kedaulatan Berhadiah Ratusan Juta
Kuliah Pakar Unhan:...
Kuliah Pakar Unhan: Klaim Sepihak China atas ZEE Indonesia di Natuna Perlu Direspons Serius
Pakar: Manuver China...
Pakar: Manuver China di Laut Natuna Utara Harus Disikapi Tegas
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Berita Terkini
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
20 Perwira Perkuat Polda...
20 Perwira Perkuat Polda Metro usai Dimutasi Kapolri, Ini Namanya
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved