Komisioner Terkena OTT, Perludem Minta KPU Perketat Pengawasan Internal

Kamis, 09 Januari 2020 - 09:11 WIB
Komisioner Terkena OTT,...
Komisioner Terkena OTT, Perludem Minta KPU Perketat Pengawasan Internal
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengaku pihaknya kaget dan menyesalkan terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK yang diduga melibatkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

"Bukan penyesalan atas OTT-nya, tapi bila tindakan itu benar, maka kami sangat menyesalkan mengapa di tengah telah usainya perhelatan Pemilu 2019 masih nekat untuk bertindak koruptif," ujar Titi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (9/1/2020).

Menurut Titi, peristiwa ini pastinya sangat kontradiktif dengan semangat antikorupsi yang lantang digaungkan KPU dalam proses penyelenggaraan pemilu dan pilkada. Misalnya saja, kata Titi, KPU pernah mencoba membuat terobosan hukum untuk melarang pencalonan mantan napi korupsi di Pemilu 2019 dengan tujuan untuk melahirkan kandidat-kandidat terbaik dan berintegritas di pemilu.

"Ini tentu menjadi pukulan berat bagi kelembagaan KPU," kata dia. (Baca juga: S alah Satu Komisioner Terjaring OTT KPK, Ini Respons KPU )

Titi berharap KPU bisa menjadikan momentum ini untuk melakukan reformasi dan bersih-bersih total di tubuh KPU. Baik secara internal maupun pola hubungan eksternal. Di sisi lain, KPU harus terbuka dan kooperatif untuk persilakan KPK mengusut tuntas kasus ini sehingga bisa dibongkar total bila memang ada tindakan koruptif di KPU.

Di saat yang sama, lanjut dia, KPU harus membangun mekansime pengawasan internal yang lebih baik dan efektif dalam mencegah dugaan tindakan menyimpang dan koruptif dari jajarannya. Terlebih banyak godaan menjelang Pilkada Serentak 2020.

Lebih lanjut Titi menyarankan, KPU juga perlu bekerja sama dan meminta dukungan KPK untuk membangun strategi pencegahan untuk internal kelembagaan KPU dan juga dalam rangka mengantisipasi dan mengeliminir potensi penyimpangan Pilkada Serentak 2020.

Selain itu, KPU juga harus mewanti-wanti jajarannya di daerah untuk tidak main mata dan melakukan praktik ilegal dalam menyelenggarakan pemilu dan pilkada.

"Sebab, selain akan ada ancaman hukuman yang berat hal itu juga potensial akan semakin meruntuhkan kredibilitas KPU sebagai institusi demokrasi. KPU adalah anak kandung reformasi, yang dibangun secara susah payah oleh karena itu harus dijaga independensi dan kredibilitasnya," jelas dia. (Baca juga: KPK Tangkap Komisioner KPU, DPR: Peringatan untuk Penyelenggara Pemilu )

Ditambahkannya, KPU harus lebih ketat lagi mengawasi internalnya dan harus segera membangun mekanisme hubungan dengan eksternal secara lebih akuntabel dan berintegritas. KPU juga harus bisa meyakinkan publik bahwa tindakan Wahyu Setiawan bila terbukti adalah perilaku oknum atau individu yang sama sekali tidak mencerminkan sikap kelembagaan KPU secara keseluruhan.

"KPU mau tidak mau harus meningkatkan keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas tata kelola institusinya, khususnya berkaitan dengan penanganan peristiwa ini, sehingga memungkinkan kontrol publik bisa berjalan optimal. Dengan demikian kepercayaan publik tetap bisa dipelihara," pungkas dia.
(kri)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Diduga Korupsi Bansos,...
Diduga Korupsi Bansos, KPK Tangkap Pejabat Kemensos
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
Bupati Nganjuk Terjaring...
Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, Ini Harta Kekayaannya
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved