Kejagung Diminta Tegas Respons Kasus Jiwasraya

Rabu, 08 Januari 2020 - 15:58 WIB
Kejagung Diminta Tegas...
Kejagung Diminta Tegas Respons Kasus Jiwasraya
A A A
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSPBB) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menangkap sejumlah mafia pasar modal, terkait dugaan kasus pembobolan investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan negara hingga Rp13,7 T.

Sekretaris Jendral FSPPB, Tri Sasono meyakini di dalam kepemilikan saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) yang dikelola Heru Hidayat, terdapat indikasi fraud dengan modus transaksi jual-beli saham dengan harga yang tidak wajar.

(Baca juga: Kejagung Terancam Dipraperadilankan Jika Tak Tetapkan Tersangka Kasus Jiwasraya)

Motifnya, direksi lama Jiwasraya di era Hendrisman Rahim dan Hary Prasetyo memborong saham TRAM dan IIKP dengan harga yang tinggi, namun selang beberapa bulan dua saham tadi jatuh dengan nilai yang sangat rendah.

Untuk menyembunyikan transaksi ini katanya, manajemen lama Jiwasraya kemudian menempatkan sebagian saham TRAM dan IIKP dalam bentuk reksadana saham melalui penunjukkan sejumlah manajer investasi.

"Kalaupun saham tersebut harganya naik juga bukan akibat kinerja bisnis perusahan. Tetapi akibat goreng-menggoreng saham," kata Tri Sasono di Jakarta, Rabu (8/1/2019).

Berdasarkan laporan kepemilikan efek di atas 5 persen yang dirilis PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Jiwasraya diketahui mengantongi 5,37 persen saham TRAM dengan total investasi sekitar Rp760 miliar pada Mei 2013. Harga saham TRAM saat itu masih berkisar Rp1.300 per lembar.

Kemudian per 7 April 2014, laporan KSEI menyatakan kepemilikan Jiwasraya atas saham TRAM naik menjadi 5,87 persen atau senilai Rp571,4 miliar.

Saham TRAM pernah berada di posisi tertinggi Rp1.885 pada Mei 2014. Padahal saat itu, perusahaan pelayaran yang dulunya bernama PT Trada Maritime ini belum terlepas dari utang seusai kebakaran tanker FSO Lentera pada 2011.

Peristiwa itu menjadikan aset tetap perusahaan anjlok sepanjang 2012 hingga 2014. Tak lama berselang, pada 6 Juni 2014, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham TRAM untuk mencegah transaksi tidak wajar setelah munculnya kabar penyelundupan minyak oleh kapal TRAM.

"Aksi goreng-menggoreng saham ini pun sejalan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoal penyebab gagal bayar Jiwasraya diantaranya karena penempatan portofolio yang mengabaikan prinsip kehati-hatian bisnis," ungkapnya.

Selain pembelian saham berkualitas rendah yang kemudian disembunyikan di reksadana saham, pada 2006 BPK juga pernah memberi peringatan kepada manajemen Jiwasraya atas pembelian medium term note (MTN) PT Hanson International Tbk (MYRX) milik Benny Tjokrosaputro.

Berangkat dari temuan ini, Tri Sasono pun mendesak Kejagung segera menangkap direksi lama dan mafia pasar modal.

"BPK juga menyebut investasi Jiwasraya di instrumen reksadana tak jauh berbeda. Jiwasraya membeli produk reksa dana dengan underlying saham kinerja buruk. Salah satu saham yang menjadi sorotan BPK adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)," tegasnya.

Saat ini, saham perusahaan perikanan, perdagangan, industri, dan perkebunan itu tak bergerak di posisi Rp50 per saham. Dalam lima tahun terakhir, sahamnya turun 58,33 persen. "Artinya sudah cukup bukti dari hasil audit BPK," tutup Tri Sasono.
(maf)
Berita Terkait
Keseriusan Kejaksaan...
Keseriusan Kejaksaan Agung Mengusut Jiwasraya
DPR Dukung Kejaksaan...
DPR Dukung Kejaksaan Agung Lelang Aset Koruptor Jiwasraya
Selesaikan Berkas 5...
Selesaikan Berkas 5 Tersangka Korupsi Jiwasraya, Kejagung Diapresiasi
MNC Asset Management...
MNC Asset Management Tegaskan Komitmen Bantu Tuntaskan Kasus Jiwasraya
Terus Usut Kasus Jiwasraya,...
Terus Usut Kasus Jiwasraya, Konsistensi Kejagung Diapresiasi
Kejaksaan Agung Serahkan...
Kejaksaan Agung Serahkan Aset Jiwasraya ke Kementrian BUMN
Berita Terkini
Ryamizard Ryacudu Meninggal,...
Ryamizard Ryacudu Meninggal, Begini Situasi Terkini RSPAD Gatot Subroto
Jenazah Eks Menhan Ryamizard...
Jenazah Eks Menhan Ryamizard Disemayamkan di Rumah Duka Cikeas
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Kabar Duka, Eks Menhan...
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Tudingan Revisi UU Polri...
Tudingan Revisi UU Polri untuk Perpanjang Masa Jabatan Kapolri Dinilai Tak Berdasar
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved