Pemerintah Rencanakan UU Kelautan Masuk dalam Omnibus Law

Selasa, 07 Januari 2020 - 13:11 WIB
Pemerintah Rencanakan...
Pemerintah Rencanakan UU Kelautan Masuk dalam Omnibus Law
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengakui banyak lembaga yang tumpang tindih dalam penanganan laut. Sehingga dibutuhkan penyederhanaan undang-undang (UU) untuk mengatur hal tersebut.

"UU-nya banyak. Tapi ketika dibuat UU itu filosofinya benar semuanya, bagus. Tapi sekarang butuh sinergisitas. Sehingga kita berpikir mau membuat omnibus tentang kelautan itu, entah nanti cukup di PP (Peraturan Pemerintah), bisa kok omnibus dengan PP itu sampai ke UU tergantung hasil diskusi," kata Mahfud menyimpulkan hasil Rakorsus di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Mahfud menuturkan dalam praktiknya ternyata penanganan laut selama ini didasarkan kepada UU yang berbeda-beda. Sehingga kadangkala penanganan suatu peristiwa hukum di suatu tempat sudah selesai, namun terkadang muncul institusi lain yang merasa berwenang.

Menurutnya, meski secara filosofis antar satu institusi dengan institusi lain benar, namun dalam tataran operasionalnya dianggap kerap bertabrakan, baik dari sisi keamanan maupun pertahanannya.

"Tapi insya Allah dalam tahun 2020 sudah clear lah ya karena presiden sudah menginstruksikan itu sejak 2,5 tahun lalu," kata mantan Ketua MK itu.

Mahfud menambahkan, terhadap banyaknya UU kelautan yang tumpang tindih masih terus diinventarisir. Dia tak menampik setelah diinventarisir jumlahnya akan bertambah banyak.

"Dulu pertama ditemukan 17, hari ini di meja saya tercatat 24 UU yang menyangkut itu. Laporan pertama dulu 17, setelah dianalisis muncul 24 ditambah 2 PP yang agak tumpang tindih. Sekarang sedang didiskusikan. Semuanya ingin baik," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Djanedjri M Gaffar Diangkat...
Djanedjri M Gaffar Diangkat Jadi Deputi Kesbang Kemenko Polhukam
Masuk Kelompok Ahli...
Masuk Kelompok Ahli Saber Pungli, Zainal Arifin Mochtar Beberkan Tugasnya
Kemenko Polhukam Telusuri...
Kemenko Polhukam Telusuri Dugaan Mafia Tanah di Jakbar
Kemenko Polhukam Gelar...
Kemenko Polhukam Gelar Forum Penyamaan Persepsi RUU Kejaksaan
Kemenko Polhukam Apresiasi...
Kemenko Polhukam Apresiasi Kejagung Gelar Perkara Kasus Pinangki
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved