Novel Inginkan Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Dilakukan Tim Independen

Senin, 06 Januari 2020 - 21:55 WIB
Novel Inginkan Pengungkapan...
Novel Inginkan Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Dilakukan Tim Independen
A A A
JAKARTA - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menginginkan adanya tim khusus dalam membokar kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Hal itu bertujuan agar proses penindakan dapat diungkap secara tegas.

"Tentunya pengungkapan itu akan lebih efektif apabila dilakukan oleh tim yang independen. Saya berkali-kali menyatakan itu. Termasuk juga upaya serangan terhadap orang-orang KPK, jangan sampai, sekarang ini kan belum ada yang terungkap," ujar Novel setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Begitu juga kasus penyerangan terhadap penyidik-penyidik KPK lebih baik dilakukan oleh tim yang independen. Sebab, kata dia permasalahan itu akan mendorong kepada sebab kenapa sampai terjadi penyerangan kepada para penyidik KPK.

"Tentunya apabila itu diperiksa dengan tim gabungan yang independen, hal itu akan bisa diketahui siapa sih sebenarnya penjahat di balik itu," tandasnya.

Novel melanjutkan, selain untuk mengetahui otak di balik aksi brutal tersebut, penegakan hukum di Indonesia akan jauh lebih baik jika setiap kasus dibuka dan ditangani secara transparan.

"Tentunya ke depan Indonesia perlu untuk melakukan penegakan hukum yang baik, transparan, memberantas korupsi yang maksimal, apabila kita tahu pola-pola begini dan bisa kita cegah itu akan sangat menguatkan proses kita ke depan," jelasnya.

Dia menambahkan, jika kasus yang menimpa dirinya hanya dikaitkan dengan motif belaka, maka penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari kata adil. Sebab, kata dia, motif itu diperlukan dalam rangka mengungkap level lebih tinggi.

"Satu hal yang perlu diingat mengungkap pelaku lapangan haruslah mengaitkan antara pelaku dengan alat bukti, dengan fakta-fakta yang ada. Proses itu akan bisa dimulai ketika pelaku lapangan yang sebenarnya bisa diungkap dengan alat bukti yang apa adanya. Apabila itu dilakukan, maka proses itu akan bisa berkelanjutan dan sampai pada level yang semestinya bisa dipertanggungjawabkan," tukasnya.
(kri)
Berita Terkait
Novel Baswedan Jadi...
Novel Baswedan Jadi Saksi Sidang Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette
Dua Polisi Penyiram...
Dua Polisi Penyiram Air Keras Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
Novel Baswedan: Hari...
Novel Baswedan: Hari Ini, 5 Tahun Lalu Saya Diserang Air Keras
Novel Baswedan Kutuk...
Novel Baswedan Kutuk Teror Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ini Kejahatan Luar Biasa!
Penyiram Air Keras Novel...
Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Rahmat Kadir Divonis 2 Tahun Penjara
Hakim Bilang Pelaku...
Hakim Bilang Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Amatir, Novel: Apa Dia Nyuruh Diulang Lebih Profesional?
Berita Terkini
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved