Pemerintah Minta Para Nelayan di Natuna Ikut Membela Negara

Senin, 06 Januari 2020 - 13:53 WIB
Pemerintah Minta Para...
Pemerintah Minta Para Nelayan di Natuna Ikut Membela Negara
A A A
JAKARTA - Menko Polhukam, Mahfud MD menyampaikan kondisi perairan Natuna yang terakhir dimasuki Kapal-kapal pencuri ikan. Mahfud menegaskan, para pencuri ikan dengan kata lain adalah mengambil ikan secara ilegal atau ilegal fishing.

"Kalau mengambil secara ilegal itu artinya kan mencuri. Jadi tidak ada minta maaf mungkin agak kasar pencuri ikan itu, ya memang illegal fishing pengambilan ikan secara tidak sah berdasar hukum tuh namanya pencuri sehingga kita menyebutnya agak kasar, pencuri ikan," kata Mahfud di hadapan ratusan nelayan yang akan di tempatkan di Natuna, di Kantornya, Senin (6/1/2020).

Kepada 120 nelayan yang siap ditempatkan di Natuna, Mahfud menyebutkan bahwa perairan Natuna memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kaya, seperti bermacam ikan dengan harga yang mahal.

Dengan demikian, mantan Ketua MK itu memandang menjadi hak para nelayan Indonesia untuk memanfaatkan ikan-ikan di sana. Para nelayan Indonesia telah dilindungi secara hukum.

"Berdasar hukum tuh artinya apa, hukum internasional mengatakan bahwa perairan yang mereka masuki itu adalah perairan sah kita Indonesia dan kita yang berhak mengeksplorasi maupun mengeksploitasi kekayaan laut yang di situ termasuk 200 M ke bawahnya dari dasar perairan itu. Itu menurut hukum hak kita," ujarnya.

Mahfud melanjutkan, peristiwa masuknya 'Coard Guard China' ke wilayah Natuna karena dianggap negara kurang hadir di sana. Untuk itu, pemerintah secara tegas melarang negara mana pun masuk ke perairan tanpa seizin pemerintah, dan jika tetap masuk maka akan dilakukan pengusiran.

Di samping itu, pemerintah memastikan negara akan hadir di sana untuk menjaga kedaulatan perairan Indonesia dengan cara patroli rutin. "Saudara nanti akan apa namanya selain saudara menggunakan hak saudara sebagai warga negara juga menggunakan kewajiban saudara untuk turut membela negara menunjukkan bahwa ini milik kami," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Djanedjri M Gaffar Diangkat...
Djanedjri M Gaffar Diangkat Jadi Deputi Kesbang Kemenko Polhukam
Masuk Kelompok Ahli...
Masuk Kelompok Ahli Saber Pungli, Zainal Arifin Mochtar Beberkan Tugasnya
Kemenko Polhukam Telusuri...
Kemenko Polhukam Telusuri Dugaan Mafia Tanah di Jakbar
Kemenko Polhukam Gelar...
Kemenko Polhukam Gelar Forum Penyamaan Persepsi RUU Kejaksaan
Kemenko Polhukam Apresiasi...
Kemenko Polhukam Apresiasi Kejagung Gelar Perkara Kasus Pinangki
Berita Terkini
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved