Natuna Diklaim China, Demokrat Sarankan Jokowi Ngobrol Bareng SBY

Senin, 06 Januari 2020 - 13:31 WIB
Natuna Diklaim China,...
Natuna Diklaim China, Demokrat Sarankan Jokowi Ngobrol Bareng SBY
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia diharapkan memberikan respons yang tepat menyikapi manuver China yang mengklaim berhak atas perairan Natuna.

Seperti diketahui, sebelumnya kapal penjaga pantai (coast guard) China mengawal kapal-kapal penangkap ikan dipergoki kapal perang Indonesia saat berada di perairan Natuna. Saat diperingatkan, mereka mengklaim berhak atas wilayah tersebut.

"Soal Natuna ini harus dikelola tepat. Kita ini negara G-20. Bukan negara 'abal-abal' antah berantah penduduk ratusan ribu orang. Jadi responnya juga harus 'kelas dunia'. Apapun 'commander in chief' kita saat ini Pak Jokowi. Mari kita percayakan dan beri dukungan pada beliau," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon melalui akun Twitternya, @jansen_jsp, Minggu 5 Januari 2020. (Baca juga: Sikap Jokowi Terkait Konflik Indonesia-China di Perairan Natuna )

Menurut dia, tidak ada salahnya Presiden Jokowi berdiskusi dengan Presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas mengenai persoalan Natuna.

"Karena ini soal kedaulatan kita bersama, tak ada salahnya juga Pak Jokowi diskusi dengan Pak SBY yang memiliki pengalaman menangani kasus sejenis. Jika dipersoalan seperti ini rakyat saja dianjurkan bersatu apalagi antarpresiden. Soal urusan bangsa begini kita semua satu!" katanya.

Menurut dia, "diplomatic resources" di dalam negeri yang paling bertenaga hari ini adalah SBY. "Beliau sahabat Presiden Xi Jinping, Hu Jintao dan Wen Jiabao. Sejak dulu akrab. Jika dibutuhkan, bisa juga negara mengutus beliau," katanya.

Jansen mengatakan, hubungan baik Presiden di masa lalu adalah modal bangsa. Soekarno akrab dgn Kim Il Sung, Indonesia hangat dengan Korut. "Mahzab saya: soal kedaulatan kita padu bersatu! Pak Jokowi selaku 'commander in chief' dan 'diplomat in chief' pimpin kami rakyat Indonesia ini, putuskan yang terbaik," tutur Jansen.

Jansen mengaku masih "hijau" soal politik luar negeri. Beda dengan politik lokal dan hukum. "Tapi itulah masukan saya. Bagi saya mantan Presiden itu "aset bangsanya". Pertemanan pak SBY dengan Xi Jinping, Putin, Erdogan dan lain-lain adalah juga milik bangsa ini. Jika dibutuhkan kapan pun bisa dipakai," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Gelombang Tenang Menyimpan...
Gelombang Tenang Menyimpan Ancaman: Konflik Laut China Selatan dan Kedaulatan Indonesia
Pakar: Manuver China...
Pakar: Manuver China di Laut Natuna Utara Harus Disikapi Tegas
Negara yang Pernah Mengklaim...
Negara yang Pernah Mengklaim Laut Natuna Sebagai Wilayahnya, Siapa Saja?
Pernyataan JAKI Sebagai...
Pernyataan JAKI Sebagai Majelis Rakyat Global untuk Mewujudkan Resolusi Konflik Laut China Selatan
Apakah Indonesia Berbatasan...
Apakah Indonesia Berbatasan dengan Laut China Selatan? Ini Jawabannya
Berita Terkini
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved